Ini Cara Bungasari Merebut Pasar Terigu
Masyarakat yang membutuhkan terigu dengan spesifikasi yang lebih khusus (custom) bisa memesan di pabrik. Minimal 25 kilogram.
Penulis: | Editor: Fred Mahatma TIS
WARTA KOTA, CILEGON --- Ketika pertama kali masuk ke pasar terigu di Indonesia di tahun 2012 lalu, PT Bungasari Flour Mills sadar ada pelaku industri terigu yang sangat mendominasi pasar terigu di Indonesia.
Namun itu bukan berarti mundur. Dibutuhkan inovasi dan keunggulan yang bisa merebut ceruk pasar yang ada.
Perlahan tapi pasti kerja keras itu membuahkan hasil. Sejak lima tahun ini, telah menggerus pasar yang sangat didominasi tersebut.
Baca: Permintaan Terigu Masih Akan Terus Tumbuh
Memang masih kecil baru 5 persen saja. Tapi ketika menyebut jumlah yakni 400.000 ton terigu per tahun, angka itu tentu bukan hal yang dianggap remeh.
Terlebih permintaan itu terus berkembang. Terbukti tahun depan PT Bungasari Flour Mills mulai meningkatkan kapasitas pasar menjadi dua kali lipat dan berani menginvestasikan dana Rp 546 miliar untuk memperluas pabrik.
Salah satu kegigihan merebut pasar dengan inovasi, dengan membuat hampir 100 merek terigu produksi PT Bungasari Flour Mills.
Sekilas tepung terigu sama saja. Namun bagi pengguna terigu, perbedaan terigu dari sisi protein, dan guletinnya akan membuat hasil olahan tersebut berbeda.
Dari 100 merek tersebut segmentasinya yang biasa hingga premium yang dijual di pasar modern dan pasar tradisional.
Merek terigu tersebut sangat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Ada terigu khusus mie, biskuit, roti, tempura, gorengan, dan lainnya.
Ia memberikan contoh terigu merek Jawara yang membuat gorengan menjadi lebih renyah, merek Hikari Biru yang khusus mie memuat mie tidak gampang putus, dan Hana Emas untuk roti. Dan ada juga merek Bola Salju yang merupakan terigu serba guna.
“Dulu terigu hanya dibagi kategori protein tinggi, sedang, dan rendah. Padahal sekarang ini banyak kebutuhan terigu dengan spek (spesifikasi) yang lebih khusus. Sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Sales & Marketing Director PT Bungasari Flour Mills Budianto Wijaya.
Bahkan masyarakat yang membutuhkan terigu dengan spesifikasi yang lebih khusus (custom) bisa memesan di pabrik.
Minimal 25 kilogram. Tentunya harganya akan tinggi ketika hanya memesan dalam jumlah yang kecil.
“Banyak industri yang memesan dengan spesifikasi khusus. Harga bisa lebih kompetitif bila terigu custom itu dipesan 100 ton. Tapi kalau harganya cocok 25 kilogram saja kita bisa buatkan,” katanya kepada wartawan saat kunjungan pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Krakatau, Tegalratu, Kota Cilegon, Banten, Rabu (8/11).
Kekhususan terigu ini juga ditunjang asal gandum itu berasal. Deputy General Manager Operasional PT Bungasari Flour Mills Yannes Piung mengatakan, gandum dari Kanada biasanya mengandung protein yang tinggi, sementara gandum asal Amerika dan Australia protein rendah.
Setelah masuk pabrik, gandum-gandum tersebut tidak dicampur tapi digiling terpisah.
Gandum asal Kanada yang protein tinggi misalnya digiling tersendiri, begitu juga sedang, dan rendah. Pasalnya perlakuan gandum tersebut ketika digiling berbeda.
Yannes memberikan contoh pada gandum dengan protein tinggi membutuhkan waktu 24 jam ketika digiling.
Sementara yang protein rendah lebih cepat yakni 8 jam.
Dengan perlakukan tertentu, gandum-gandum tersebut kemudian dipisah-pisah menjadi sekitar 100 merek.
Selain itu, PT Bungasari Flour Mills juga mampu melakukan sistem produksi ekstraksi biji gandum paling optimal dengan flour blending system.
Umumnya, pada proses produksi, kulit gandum terbuang. Tapi dengan flour blending system yang diterapkan di pabrik PT Bungasari Flour Mills Indonesia, kini kulit gandum terbuang tersebut dapat dimanfaatkan untuk produk sampingan seperti pakan ternak hingga komponen furniture.
Sistem ini juga menghasilkan kualitas gandum yang konsisten. Sementara dengan sistem produksi wheat blending yang digunakan pabrik tepung terigu lainnya, konsistensi kualitas produk sulit terjaga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171110-pabrik-pt-bungasari-flour-mills-01_20171110_131435.jpg)