Hadapi Musim Hujan, Pengusaha Kapal Wajib Tingkatkan Pengawasan
Musim hujan yang sudah di depan mata membuat para pengusaha kapal harus meningkatkan pengawasan.
Penulis: Junianto Hamonangan |
Laporan Wartawan Warta Kota Junianto Hamonangan
WARTA KOTA, KOJA - Musim hujan yang sudah didepan mata membuat para pengusaha kapal harus meningkatkan pengawasan.
Pasalnya ombak besar di lautan lepas bisa mengancam tranportasi sehingga faktor keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama.
Pangarmabar, Laksamana Muda TNI, Aan Kurniawan mengatakan musim angin barat yang berlangsung sejak November hingga Maret membuat kondisi laut sangat rawan.
Ketinggian ombak bisa mencapai hingga 3-4 meter di laut Kepulauan Seribu.
Dengan kondisi seperti itu, membuat cuaca menjadi tidak menentu dan ancaman kecelakaan bisa terjadi kapan pun.
Aan pun mengingatkan perlunya pengawasan menyeluruh mulai dari memberangkatkan penumpang kapal sesuai manifest, life jacket, hingga pengawasan rutin.
"Selain harus menyiapkan dokumen kapal, para ABK tentunya harus menyiapkan kelengkapan kondisi kapal, termasuk ketersediaan alat keamanan, life jacket, life raft, dan apar," ucap Aan, di Dermaga Marina Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (6/11/2017).
Peringatan dini yang dilontarkan tersebut bukannya tanpa alasan.
Komando Armada RI Kawasan Barat mencatat sedikitnya ada 82 kecelakaan laut yang terjadi selama tahun 2017.
Kejadian itu membuat sedikitnya 52 orang meninggal dunia dan 14 orang lainnya dinyatakan hilang.
Untuk itu Aan juga mengingatkan kepada Danlanal (komando lantamal) mulai dari Aceh hingga Cirebon untuk tetap mewaspadai penumpang kapal.
Pemantauan peringatan dini dilakukan demi memberikan rasa aman penumpang.
"Karena itu, kami akan terus melakukan pengawasan. 12 Lantamal saya ingatkan untuk tetap mengawasi transportasi laut," tutur Aan.
Kabid Penjagaan Patroli dan Penyidikan Menara Syahbandar, Kolonel Laut Akhmad Sudarto menegaskan pengawasan menyeluruh telah dilakukan pihaknya terhadap kapal yang hendak berlayar.
Setiap sebulan sekali, pihaknya juga rutin melakukan evaluasi.
"Setiap dermaga kita menempatkan petugas. Mereka bertugas untuk menjaga dan mengecek para penumpang serta keselamatan kapal. Begitu mereka tidak menuruti, tidak akan kami ijinkan berlayar," tuturnya.
CEO Sea leader Marine Tour and Travel, David menegaskan pengawasan terhadap kapalnya rutin dilakukan.
Selain mengawasi kelengkapan penyelamat kapal seperti life jacket, apar, maupun pelampung lainnya.
Selain itu pihaknya juga melakukan perawatan mesin kapal setiap tahun.
Khusus mengenai sistem manifesto, David mengatakan hal itu dilakukan secara sistematis.
Artinya penumpang hanya bisa masuk dermaga begitu namanya dipanggil dan menunjukan identitas resmi.
Ia pun berjanji akan menindak tegas kru maupun ABK kapal yang melakukan pelanggaran.
"Kami tidak main-main terkait urusan keselamatan penumpang. Kami akan pecat hingga tidak mendapatkan gaji bila ada kru yang nakal. Pemberangkatan kapal selalu dikurangi lima persen dari jumlah penumpang agar kapal tetap stabil sebagaimana diatur dalam SOP pelayaran," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/aan-kurniawan_20171106_144455.jpg)