Pedagang Pasar Serpong Keluhkan Pembeli yang Mulai Jarang

Pedagang Pasar Serpong, Tangerang Selatan mulai mengeluhkan jarangnya pembeli di pasar sekarang ini.

Alija Berlian Fani
Pedagangan Pasar Serpong yang berjualan di pinggir jalan, Kamis (26/10/2017) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

WARTA KOTA, SERPONG -- Pedagangan Pasar Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengeluhkan jarangnya pembeli yang berbelanja di pasar sekarang ini.

"Sekarang mah udah sepi, udah kebanyakan pasar, di Serpong aja ada 3, sekarang jadi sepi, yang rame depan doang, dalem kurang," kata Arip (35) pedagang sayuran di Pasar Serpong, Tangsel pada wartakotalive.com, Kamis (26/10/2017).

Lapak dagangan pedagang Pasar Serpong yang di pinggir Jalan tampak sepi pembeli, Kamis (26/10/2017).
Lapak dagangan pedagang Pasar Serpong yang di pinggir Jalan tampak sepi pembeli, Kamis (26/10/2017). (Alija Berlian Fani)

Ia menjelaskan ketiga pasar tersebut adalah Pasar Tumaritis Serpong, Pasar Serpong, dan Pasar Binasarana Serpong yang letaknya hampir berdekatan semua antara satu sama lain.

Pertumbuhan pasar swalayan di wilayah Serpong juga semakin tumbuh pesat seperti yang baru diresmikan beberapa bulan lalu, Lulu Hypermart menambah pilihan warga Tangsel untuk berbelanja.

Hal tersebut menurutnya akan semakin diperburuk karena letak lapaknya yang berada di pinggir jalan akan segera di pindahkan ke dalam pada akhir bulan Oktober 2017.

"Awal bulan kalau jadi kita (pedagangan di pinggir jalan) udah di dalam semua. Sampai sekarang belum ada pembagian lapaknya, cuman tempatnya aja yang udah ada," jelasnnya.

Berdasarkan pantauan wartakotalive.com, nampak barang dagangan di pinggir jalan Raya Serpong seperti sayur-sayuran masih menumpuk menunggu pembelinya.

Parkiran motor pasar pun terlihat sepi, hanya ada beberapa sepedah motor yang ditelakan dan masih banyak lahan kosong yang belum ditempati kendaraan.

Begitu pula dengan lokasi parkiran yang berada di pinggir jalan atau luar pasar, nampak hanya ada sedikit kendaraan roda dua yang terparkir.

Selain itu pada lokasi baru yang akan ditempati, pedagang akan dikenakan tarif sewa yang lebih besar dibandingkan sebelumnya dan bahkan bisa mencapai delapan kali lipat.

"Di sini (pinggir jalan) harga sewanya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Kalau di dalam harga sewanya semakin mahal, bisa Rp 3 juta sampai Rp 4 juta perbulan," jelas Arip.

Artinya harga sewa yang tadinya sebesar Rp 500.000 bisa naik mencapai Rp 4.000.000 atau delapan kalinya dan dibayarkan tiap bulan oleh pedagang yang ingin berjualan.

Menurutnya uang sewa tersebut dibayarkan kepada petugas atau pengurus Pasar Serpong tiap bulannya dan berbeda-beda.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved