Bayi Harlili Mengalami Dehidrasi Akibat ASI Tidak Mengalir
Sebab, diketahui sang bayi mengalami dehidrasi lantaran belum minum Air Susu Ibu (ASI) sejak dilahirkan.
WARTA KOTA, MAKASAR -- Aksi penyelamatan yang dilakukan warga dibantu Petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Timur terhadap Harlili, warga Padang Guci Hulu, Bengkulu Sumatera Utara yang telantar, sejak beberapa hari terakhir, patut diacungi jempol.
Bukan hanya Harlili seorang, bayi perempuan berusia tiga hari yang baru dilahirkan pun berhasil selamatkan.
Namun, Petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Timur, Arti mengakui jika kondisi bayi kini dalam penanganan medis.
Sebab, diketahui sang bayi mengalami dehidrasi lantaran belum minum Air Susu Ibu (ASI) sejak dilahirkan.
"Ibunya mungkin tertekan, jadi ASI-nya nggak keluar. Selama tiga hari terakhir, jadinya dikasih susu formula yang dibelikan warga," ungkapnya kepada Warta Kota di Puskesmas Kecamatan Makasar pada Minggu (22/10/2017).
Walau begitu, berdasarkan keterangan dokter di Puskesmas Kecamatan Makasar, kondisi bayi dalam keadaan baik, di antaranya detak jantung dan kadar oksigen dalam tubuh bayi bagus.
"Kalau saat ini kondisinya (bayi) cukup baik, detak jantung bayinya juga bagus, dia memang panas (suhu tubuhnya), kita takutnya dehidrasi atau belum minum asi atau tidak. Kalau untuk kadar oksigen di dalam tubuhnya baik, tapi ini kuning bayinya, dan harus kita lihat (pemeriksaan) keseluruhan," ungkapnya menirukan ucapan dokter.
Lantaran didiagnosa mengalami dehidrasi, lanjutnya, bayi yang diberi nama Linsi Oktapia Hijaya itu diinfus dan dimasukkan dalam inkubator.
Sang bayi pun kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budi Asih setelah dirujuk dari Puskesmas Kecamatan Makasar pada Minggu (22/10/2017) sore.
Seperti diketahui sebelumnya, terisak dan terus menangis, Harlili yang didampingi Abdi Susy Ganewati, warga Jalan PLK II RT 11/01 Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur berserah diri ketika bertemu dengan Petugas P3S Jakarta Timur. Dirinya mengaku tidak berdaya tinggal di ibu kota.
Curahan hatinya itu disampaikan Harlili sesaat Petugas P3S Jakarta Timur mengevakuasi bayinya, Linsi Oktapia Hijaya ke Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur pada Minggu (22/10/2017) siang.
Bayi yang baru dilahirkannya tiga hari lalu, tepatnya Rabu, 18 Oktober 2017 itu mengalami panas tinggi sejak dilahirkan.
Kepada petugas, kemalangan diceritakannya bermula ketika dirinya hendak pulang menuju kampung halaman di Padang Guci Hulu, Bengkulu, Sumatera Barat, sehari sebelum dirinya bersalin.
Perempuan yang semula berprofesi sebagai pengasuh anak itu mengaku kecopetan saat hendak menumpang bus di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.
Seluruh harta benda, mulai dari dompet berisi uang dan identitas hingga pakaian katanya dibawa kabur pencopet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bayi_20171022_174325.jpg)