Penderita Kusta di Depok Terus Bertambah, Ini Bukan Penyakit Kutukan
Seseorang dapat tertular kusta hanya jika kontak erat dengan cairan hidung dan mulut dari seseorang yang memiliki penyakit kusta...
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Fred Mahatma TIS
WARTA KOTA, DEPOK --- Penderita kusta (lepra) di Kota Depok terus bertambah setiap tahunnya. Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok diketahui bahwa pada 2015 ditemukan ada 57 orang penderita kusta dari 11 kecamatan di Depok.
Kemudian pada 2016 bertambah menjadi 97 kasus. Sementara pada tahun 2017 atau sampai akhir Juni 2017 diketahui ada penderita kusta baru di Depok atau bertambah 33 kasus. Sehingga kini totalnya menjadi 130 orang penderita kusta yang terdata di Depok.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Depok, Rani Martina, Kamis (19/10/2017).
Rani mengatakan, dari 33 kasus baru penderita kusta di Depok diketahui 2 di antaranya adalah anak-anak dan sisanya dewasa.
"Kami akan data terus sampai akhir tahun berapa pertambahannya," katanya.
Sedangkan untuk menekan angka pertambahan penderita kusta dan mencegah penyebarannya di Kota Depok, lanjutnya, Pemkot Depok melalui Dinas Kesehatan aktif memberikan edukasi dan penyuluhan ke warga masyarakat di 11 kecamatan di Depok.
Baik itu melalui puskesmas dan unit layanan kesehatan lainnya, posyandu serta sosialisasi langsung ke masyarakat.
Bukan Kutukan
Ia menjelaskan, penyakit kusta atau lepra bukanlah penyakit keturunan, guna-guna dukun, atau penyakit kutukan, yang dulu sempat beredar di masyarakat.
"Berdasarkan medis, kusta ini disebabkan karena bakteri mycobaterium leprae yang menyerang saraf tepi kulit dan organ tubuh kita," kata Rani.
Kusta, paparnya, adalah penyakit infeksi yang tidak hanya menyerang kulit tetapi juga jaringan saraf terutama pada lengan dan kaki. Selain itu, kusta sebenarnya tidak menular dengan mudah.
Seseorang dapat tertular kusta hanya jika kontak erat dengan cairan hidung dan mulut dari seseorang yang memiliki penyakit kusta yang tidak diobati secara berulang-ulang. Anak-anak lebih rentan tertular daripada orang dewasa.
"Sehingga pencegahan penularan dapat dilakukan dengan cara penderita kusta segera diobati agar tidak menular ke yang lain. Sedangkan untuk menghindarinya harus meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat," tambahnya.
Hidup bersih dan sehat itu adalah melakukan cuci tangan mengunakan sabun, meningkatkan daya tahan tubuh dengan berbagai cara seperti memakan makanan dengan gizi seimbang atau olahraga teratur.
Rani juga menjelaskan gejala yang akan muncul akibat tertularnya kusta di antaranya munculnya bercak ditubuh mirip panu hingga mati rasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171019-rani-martina_kabid-pencegahan-dan-pengendalian-penyakit-dinkes-kota-depok_20171019_172424.jpg)