Minggu, 3 Mei 2026

Jimly Asshiddiqie Nilai Djarot Kekanakan dan Tak Pantas Menjadi Pejabat

Menurutnya, ketidakhadiran Djarot bisa ditolerir apabila dalam keadaan sakit maupun pergi umrah.

Tayang:
KOMPAS.COM/LUTFY MAIRIZAL PUTRA
Jimly Asshiddiqie 

WARTA KOTA, MENTENG - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indoneesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menyayangkan sikap mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, yang tidak hadir dalam serah terima jabatan dan pelantikan Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno.

Bahkan, Jimly menyebut sifat Djarot kekanak-kanakan, karena memilih berlibur ke Labuan Bajo bersama istri dan anaknya.

"Kita harus menyesalkan sifat mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot yang kekanak-kanakan. Masa dia liburan pas acara serah terima jabatan?" kata Jimly Asshiddiqie di Kantor ICMI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).

Baca: Jimly Asshiddiqie: Djarot dan Anies-Sandi Sama-sama Belum Move On

"Liburan pribadi bawa anaknya istri. Ini dia kan tokoh nasional, politikus PDI Perjuangan, sangat disayangkan sikapnya kayak gitu," tambahnya.

Jimly menuturkan, kabar Djarot tidak diundang dalam acara serah terima dan pelantikan Anies-Sandi seharusnya tidak menjadi alasan. Menurutnya, ketidakhadiran Djarot bisa ditolerir apabila dalam keadaan sakit maupun pergi umrah.

"Kalau dia sakit atau umrah, itu bermutu sedikit alasannya. Ini liburan, kan tidak pantas sekali," cetus Jimly.

Baca: Ini Cita-cita Choirul Huda yang Tak Kesampaian

Padahal, menurut Jimly, Djarot sudah mendapat instruksi dan undangan langsung dari Anies maupun Sandi untuk hadir dalam acara tersebut.

Ia menduga, upaya Djarot tidak hadir dalam acara serah terima jabatan dan pelantikan Anies-Sandi bagian dari upaya tidak mendukung gubernur terpilih. Seharusnya, sebagai tokoh nasional, Djarot mencontohkan sikap yang baik bagi para pendukungnya.

"Paling sederhana, ngapain dia (Djarot) pergi liburan, seolah-olah dengan sengaja mau mempertontonkan kepada publik bahwa dia tidak mendukung gubernur terpilih," papar Jimly.

"Ini kelewatam, imi contoh kasus orang seperti ini tidak pantas menjadi pejabat," sambungnya. (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved