SBY Ternyata Masih Aktif Jadi Pembicara di Negara Asean
Kabar Ketua Umum Partai Demokrat itu disampaikan oleh sang istri, Ani Yudhoyono lewat akun instagram @aniyudhoyono.
WARTA KOTA, PALMERAH -- Pasca gagalnya sang putra, Agus Harimurti Yudhoyono dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, sosok mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono kini kian jarang terlihat.
Begitu juga dengan kritikan yang sebelumnya aktif dikicaukannya lewat twitter, @SBYudhoyono juga sudah tidak lagi terdengar. Apa kabar SBY kini?
Kabar Ketua Umum Partai Demokrat itu disampaikan oleh sang istri, Ani Yudhoyono lewat akun instagram @aniyudhoyono.
Ani memposting sebuah potret ketika SBY menghadiri acara Societal Leadership Summit 2017 yang diselenggarakan Institute for Societal Leadership, Singapore Management University (SMU) di SMU School of Law, Singapura pada Jumat (6/10).
"Berpartisipasi dalam Societal Leadership Summit 2017: “Celebrating ASEAN 50”. SBY diminta untuk berbagi visi dan pengalaman tentang kepemimpinan di Singapore Management University (SMU), 6 Oktober 2017," tulis ibu dari Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono itu pada JUmat (6/10) malam.
Serupa, SBY pun memposting kunjungannya tersebut dalam akun facebook miliknya, Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam postingan itu SBY pun mengunggah sejumlah potret ketika menjadi pembicara dalam seminar bertema seminar Celebrating ASEAN 50 itu serta sosok anaknya, AHY-sapaan Agus Harimurti Yudhoyono yang turut serta selaku Executive Director dari The Yudhoyono Institute.
Berikut postingan SBY dalam facebook pada Jumat(6/10) kemarin, Pada hari Jum’at, 6 Oktober 2017, SBY menghadiri undangan memberikan pidato kunci dan tampil sebagai salah satu panel dalam acara Societal Leadership Summit 2017 : Celebrating ASEAN 50 yang diselenggarakan oleh Institute for Societal Leadership, Singapore Management University (SMU) bertempat di SMU School of Law, Singapura.
Acara ini diselenggarakan untuk merayakan Hari Jadi ASEAN ke-50.
Forum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kawasan dari berbagai kalangan termasuk Agus Harimurti Yudhoyono yang hadir dalam kapasitas sebagai Executive Director dari The Yudhoyono Institute.
Sebelum SBY memberikan pidato kunci, Menlu Singapura, Dr. Vivian Balakrishnan memberikan pidato tentang perjalanan sejarah ASEAN serta berbagai capaian serta tantangan ke depan.
Menlu Singapura memberikan apresiasi yang tinggi terhadap SBY yang dinilai turut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan ASEAN di masa kepemimpinannya.
Kemudian, SBY menyampaikan Pidato Kunci selama 15 menit.
SBY menegaskan bahwa dalam lintasan sejarah ASEAN, kepemimpinan merupakan salah satu faktor utama yang membawa organisasi kerjasama Asia Tenggara ini menjadi salah satu organisasi yang sangat berpengaruh di kawasan.
SBY menyampaikan beberapa contoh bagaimana rumitnya upaya dan kontribusi Indonesia serta seluruh negara anggota ASEAN dalam mengelola isu-isu yang cukup sensitif seperti krisis antara Thailand dan Kamboja terkait Candi Preah Vihear pada tahun 2008 - 2011 serta proses demokratisasi Myanmar yang pada akhirnya dapat diwujudkan dengan baik di tengah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sby-dan-ani-yudhoyono_20171002_151059.jpg)