Sabtu, 16 Mei 2026

Ketatnya Seleksi Masuk di SMAN Unggulan MH Thamrin

Tak mudah untuk masuk SMAN Unggulan Muhammad Husni Thamrin. Apa saja yang mesti disiapkan calon siswa?

Tayang:
Penulis: | Editor: Fred Mahatma TIS
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
SMAN Unggulan MH Thamrin, Bambu Apus, Jakarta Timur. 

WARTA KOTA, BAMBU APUS --- Tidak seperti sekolah negeri lain di Jakarta yang menggunakan angka, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Unggulan yang berada di Bambu Apus, Jakarta Timur ini menyandang nama pahlawan asal Jakarta, Muhammad Husni Thamrin. Biasa disebut SMANU MH Thamrin.

Tidak hanya dari namanya yang berbeda dengan sekolah negeri lainnya, sekolah inipun berasrama. Proses penerimaanyapun berbeda. Sedang persamaan dengan SMAN lain di Jakarta adalah tidak memungut biaya alias gratis. Padahal karena berasrama makan 3x serta diberi kamar yang bersih.

Baca: Tetap Cantik Bersama New Fino 125 Blue Core

Kepala SMAN Unggulan MH Thamrin Drs Warnoto M.Pd mengatakan tiap tahun menerima empat kelas. Tahun lalu dan seterusnya akan menerima 88 murid. Satu kelas 22 murid. Sebelumnya menerima genap 80, jadi satu kelas 20 murid. Ternyata dalam perjalanannya karena berbagai alasan seperti orangtuanya pindah ke daerah atau ke luar negeri jadi berkurang. Nah Pemda DKI mensyaratkan satu kelas sekolah negeri berisi minimal 20 murid.

"Satu murid pindah sudah jadi 19 anak. Sehingga akhirnya diputuskan mulai tahun ini tiap kelas 22 murid buat cadangan kalau ada yang pindah," tutur Warnoto kepada Warta Kota seusai peresmian Samsung Smart Learning Class di SMAN Unggulan MH Thamrin, Rabu (4/10).

KEPALA SMAN Unggulan MH Thamrin Drs Warnoto M.Pd
KEPALA SMAN Unggulan MH Thamrin Drs Warnoto M.Pd (Warta Kota/Lilis Setyaningsih)

Nilai Semester 1-5 Minimal 85

Selain menambah kursi, ada tambahan lain. Mulai penerimaan siswa tahun 2017 lalu, syarat nilai penerimaannya juga ditambah. Salah satu syarat bisa mengikuti seleksi penerimaan di SMAN Unggulan MH Thamrin adalah nilai rapor semester 1 sampai 5 di SMP tidak boleh kurang dari 85 untuk mata pelajaran matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sebelumnya syarat nilainya 80.

"Waktu syarat nilainya 80 yang daftar bisa ribuan. Terakhir 2000an murid. Kita keteter karena untuk syarat tes lain yakni psikotes kita kerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ada biaya yang harus ditanggung oleh Pemda DKI. Akhirnya mulai tahun lalu diputuskan syarat nilai ditambah jadi 85. Dan ternyata memang yang mendaftar jadi 500an murid karena sudah terseleksi di nilai yang dipatok tinggi," katanya.

Karena dibiayai Pemda DKI dan murid tidak dipungut biaya, prosentase untuk murid non DKI Jakarta juga sama dengan sekolah negeri lainnya yakni 95 persen untuk warga DKI Jakarta dan hanya 5 persen untuk non DKI Jakarta.

Ternyata, keinginan warga non Jakarta untuk mendaftar di SMAN Unggulan MH Thamrin sangat tinggi.

Warnoto ingat tahun lalu yang mendaftar non DKI ada 104 orang dari 500an yang mendaftar. Karena hanya 5 persen dari kapasitas, jadi cuma ada 4 kursi yang disediakan untuk warga non Jakarta.

"Persaingan untuk yang non Jakarta lebih ketat. Mereka datang bahkan dari luar Bodetabek, ada yang dari Sumatera," tuturnya.

Baca: Indonesia Raih 45 Medali Memory Championship

Setelah proses administrasi dinyatakan lolos, seluruh murid yang mendaftar akan mengikuti psikotes yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Dari psikotes akan diambil 120 murid yang selanjutnya berhak mengikuti Tes Pengetahuan Akademik (TPA) yakni mata pelajaran IPA, matematika, dan Bahasa Inggris dan wawancara. Dari tes tersebut akan lolos atau diterima 88 murid dan 8 cadangan atau 96 murid.

"Biasanya yang diterima tidak ada yang mengundurkan diri jadi biasanya yang cadangan terpaksa tetap jadi cadangan alias tidak masuk SMAN Unggulan MH Thamrin," kata Warnoto sambil tertawa.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved