Mengintip Menara Eiffel Terbuat dari Bambu di Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu
Ada Menara Eiffel terbuat dari bambu di obyek wisata Hutan Mangrove yang terletak di di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo.
Penulis: AchmadSubechi | Editor: AchmadSubechi
WARTA KOTA, PALMERAH--Bagi Anda yang ingin melihat dari dekat Menara Eiffel, tak perlu jauh-jauh pergi ke Paris.
Di Indonesia, sudah ada Menara Eiffel. Tapi menara kali ini terbuat dari bambu dan terkesan unik. Lokasinya terletak di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.
Menara itu berada di areal Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu, Kulon Progo.
Kendati udara di sekitar obyek wisata sangat panas, namun tak mengurangi minat para wisatawan untuk datang ke tempat itu.

Untuk mencapai Menara Eiffel, pengunjung lebih dulu membeli tiket masuk Rp 3000 untuk hari biasa dan Rp 4000 untuk hari libur.
Tarif parkirnya pun tergolong murah, Rp 2000 untuk motor dan Rp 5000 untuk mobil.
Di tempat ini, kamu-kamu kaum jomblo bisa menenangkan diri bermain di sekitar obyek wisata bambu yang sudah di desain sedemikian rupa, lengkap dengan kata-kata yang penuh spirit. Misalnya, 'Lupakan mantan..!! Bahagia Di sini #Pantaipasirkadilangu'.

Ada juga kata-kata yang menggelitik, 'Pacarku ditikung, Cintaku terbang, lupakan mantan, sangkar penantian'.
Untuk menuju spot foto yang cukup menarik mulai bergambar love, sayap burung dan lain-lain, pengunjung harus melawati jalan setapak beralaskan papan dan berpagar bambu.
Sayangnya, jalan setapak ini terlalu sempit. Sehingga, para pengunjung harus antre satu-persatu.
Setelah melewati beberapa spot, pengunjung akan menemukan Menara Eiffel terbuat dari bambu. Menari ini cukup tinggi dan didirikan sebagai gardu pandang untuk melihat areal hutan mangrove.
Hutan mangrove di kawasan ini tidak begitu lebat. Jika dibandingkan dengan Taman Wisata Mangrove Angke, sangat jauh.
Di Angke, hutan mangrovenya sudah tertata dan pohonnya cukup besar serta ada rumah-rumah kerucut sebagai tempat penginapan rombongan.
Lokasi obyek wisata hutan mangrove di Kulon Progo ini agak tersembunyi. Dari jalan utama, pengendara akan diarahkan masuk ke pemukiman warga, melewati jalan desa.
Setelah itu, pengunjung melewati jalan menuju obyek wisata dengan berjalan kaki. Selama dalam perjalanan jangan heran kalau wisata ini dihiasi bambu yang artistik, lengkap dengan bola plastik warna-warni.
Disarakan, ada baiknya pengunjung membawa topi atau payung agar tak tersengat matahari, karena udara di sekitar obyek wisata sangat panas.
Di lokasi ini juga disediakan perahu untuk menyusuri Sungai Bogowonto sambil menunggu sunset. Usai berkeliling mengunjungi spot-spot cantik, pengunjung bisa menikmati makanan ikan bakar lengkap dengan lalapannya. Harganya pun tidak begitu mencekik leher.