Referendum Ricuh, 337 Orang Dilarikan ke RS, Laga Barca vs Las Palmas Tanpa Penonton

Laga antara Barcelona dan Las Palmas Minggu, berlangsung tanpa penonton menyusul bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa prokemerdekaan.

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pertandingan Liga Spanyol antara Barcelona dan Las Palmas pada Minggu dimainkan di Stadion Nou Camp tanpa penonton menyusul bentrokan antara polisi dan demonstran di Katalonia (Catalunya) terkait referendum untuk merdeka yang dilarang pemerintah.

Polisi antihuru-hara memasuki daerah pemungutan suara di Catalonia. Mereka menyita kotak dan surat suara dan mencoba menghentikan referendum yang dilarang.

Pejabat katalonia mengatakan, 337 orang terluka dalam tindakan keras tersebut.

Bentrokan tersebut mendorong Barcelona, ‚Äč‚Äčklub ibukota Katalonia, mengambil tindakan bahwa laga melawan Las Palmas dimainkan di depan stadion Nou Camp tanpa penonton.

"FC Barcelona mengecam peristiwa yang terjadi di banyak bagian dari Katalonia hari ini untuk mencegah warganya menerapkan hak demokratis mereka untuk kebebasan berekspresi," kata klub tersebut melalui laman resminya.

"Mengingat sifat peristiwa yang luar biasa, Dewan Direksi memutuskan pertandingan tim utama Barcelona melawan Las Palmas akan dimainkan dengan pintu tertutup menyusul sikap Football Football Profesional yang menolak untuk menunda pertandingan."

Las Palmas sebelumnya mengatakan pada hari itu akan mengenakan bendera Spanyol di kaus mereka untuk pertandingan tersebut guna mendukung persatuan Spanyol.

"Kami memutuskan untuk mengenakan bendera Spanyol kecil di kaos kami hari ini untuk menunjukkan harapan kami untuk masa depan negara ini," kata pernyataan mereka.

Mantan kapten Barcelona, Xavi Hernandez, juga mengecam tindakan polisi melalui sebuah video yang dirilis di media sosial.

"Apa yang terjadi di Katalonia hari ini memalukan," kata Xavi. "Tidak dapat diterima jika orang tidak diizinkan memilih di negara demokratis. Semua dukungan saya diberikan kepada orang-orang yang secara damai mencoba menggunakan hak mereka untuk memilih".

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved