Kamis, 16 April 2026

Komentar Fadli Zon di Media Sosial Dipopulerkan Haters

Fadli mengunggah foto kenangan ketika dirinya bersama mantan Presiden Republik Indonesia (RI), Soeharto dan Prabowo.

Istimewa
Fadli Zon dan Prabowo Subianto 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Postingan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon lewat akun twitternya @fadlizon, menjadi salah satu yang terpopuler sepanjang peringatan Hari Kesakitan Pancasila pada Minggu (1/10) kemarin.

Unggahannya pun semakin populer lantaran terus diramaikan beragam komentar pedas para pembenci atau haters.

Ramainya akun Fadli Zon dimulai ketika Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu mengunggah foto kenangan ketika dirinya bersama mantan Presiden Republik Indonesia (RI), Soeharto dan Prabowo pada Sabtu (30/9/2017) jelang tengah malam.

Beragam komentar pedas langsung dituliskan para haters dalam kolom komentar.

Seperti postingannya ketika mengenang momen saat dirinya diberikan buku oleh Soeharto.

Para haters menyangsikan momen tersebut, beberapa lainnya justru menilai Soeharto sebagai mantan presiden yang sarat dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

"Pak Harto memberi hadiah buku utk sy, sebuah kenangan thn 2007, usai ngobrol panjang," tulis Fadli dalam postingannya.

Membalas postingan, John Suyitna Atmaja lewat akun @JohnSuyitna mempertanyakan kebenaran momen tersebut.

"2007 Soeharto sakit kan zon?? Kok bisa kasih ente buku dan ngobrol panjang gmn ceritanya," tulis @JohnSuyitna.

Bersusulan Sigirad lewat akun @radsiagian berceloteh panjang percakapan hanya tiga menit.

"Panjangnya tiga menit," tulis @radsiagian yang dibalas Fandy @sang_fandy yang menulis 'Uuuuupssss... kena deeeehhhhh *ketauan dah doi*'.

Serupa, Irwan Marcelo lewat akun @iwanmarcelo justru menuding jika Soeharto diketahui sakit dan lupa ingatan agar tidak diadili.

"Hebat thn 2007 bs ngobrol panjang.bukannya Thn 2000 pak harto Sakit2an dan lupa ingatan. Spya dia ga bisa diadili," tulis @iwanmarcelo yang diamini beberapa netizen.

Komentar pedas terpantau terus dituliskan haters pada postingan foto bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di apartemen milik Prabowo yang terletak di Amman, Jordania pada bulan November 1998.

Omar Janto lewat akun @Omar_Janto bahkan menuliskan jika pertemuan tersebut dilakukan ketika Prabowo tengah melarikan diri pasca Tragedi 98.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved