Selasa, 14 April 2026

Beredar Video Pelajar SMA Jemur Siswa SMP di Lapangan, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Kemudian, dua siswa yang diduga sebagai pelaku perundungan diamankan ke Polsek Pamulang untuk diminta keterangan lebih lanjut.

YouTube
Sejumlah pelajar SMA melakukan perundungan alias bullying terhadap beberapa pelajar lainnya, di lapangan belakang Balai Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jalan Maruga, Ciputat, beredar. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

WARTA KOTA, PAMULANG - Video yang menampilkan siswa SMP dijemur tanpa baju oleh pelajar SMA di lapangan dekat Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), beredar viral.

Kejadian tersebut terjadi saat jam istirahat para pegawai pemerintahan, dan direkam oleh seseorang dari lantai rmpat Gedung Puspemkot Tangsel.

Melihat ada hal aneh terjadi, beberapa staf pemerintahan, petugas keamanan kantor wali kota, keamanan Perumahan Cendana, serta anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pamulang Bripka Willy dan Aiptu Asep Iwan, langsung membubarkan aksi perundungan itu.

Baca: Video Perundungan Pelajar SMA di Belakang Balai Kota Tangsel Beredar Viral

Kemudian, dua siswa yang diduga sebagai pelaku perundungan diamankan ke Polsek Pamulang untuk diminta keterangan lebih lanjut.

”Kita tanya dulu di Mapolsek Pamulang, kemudian kita nanti olah TKP, dilihat kejadian dan kronologinya seperti apa. Cuma nanti sebagai pembinaan, kita panggil juga teman yang sempat kabur tadi, pihak sekolah dan orangtuanya,” ujar Aiptu Iwan kepada awak media, Selasa (19/9/2017).

Berdasarkan cerita dari salah satu korban, penganiyaan bermula dari hilangnya ponsel salah satu siswa SMA pada Jumat (15/9/2017), dan akhirnya para korban disuruh berkumpul di lahan kosong tersebut.

Baca: Mama Ingin Putrinya Jadi Dokter, Cressentia Vanya Pilih Jadi Penyanyi

Di sana ada 11 siswa SMPN 18 Kota Tangsel yang diminta bertelanjang dada di lahan kosong, oleh dua siswa SMA. Sambil dijemur, siswa SMP ditendang serta ditinju.

Akibatnya, belasan siswa SMP itu mendapati luka lebam seperi bengkak pada kepala, pinggang, dan punggung. Setelah memberikan keterangan, para pelajar yang terlibat kasus ini dipulangkan, dan kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan oleh orangtua pelaku dan korban. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved