Minggu, 12 April 2026

Rawan Kemacetan Parah di Serpong Imbas Pengalihan Lalu Lintas

Pengalihan arus lalu lintas ini mulai diberlakukan pada Sabtu (16/9/2017) hingga Minggu (15/10/2017).

Warta Kota/Andika Panduwinata
Pengaturan rekayasa lalu lintas pekerjaan pembangunan Jembatan Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang, selama sebulan. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG -- Proses pembangunan Jembatan Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang dilakukan pengalihan arus lalu lintas selama sebulan.

Pengalihan arus lalu lintas ini mulai diberlakukan pada Sabtu (16/9/2017) hingga Minggu (15/10/2017).

Imbasnya dikhawatirkan akan terjadi kemacetan parah di ruas jalan. Jajaran Dishub Kota Tangerang pun melakukan persiapan guna menanggulangi persoalan ini.

Petugas tengah mengatur lalu lintas di kawasan Jembatan Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang.
Petugas tengah mengatur lalu lintas di kawasan Jembatan Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

"Titik rawan kemacetan parah ke arah Serpong, karena arus lalu lintas tersendat di putaran tersebut," ujar Kadishub Kota Tangerang, Syaiful Rohman kepada Warta Kota, Jumat (15/9/2017).

Saat ini pembangunan Jembatan Teuku Umar memasuki tahap akhir.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tangerang melakukan peninggian badan jalan Jembatan tersebut sepanjang 200 meter sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas.

"Titik kemacetannya di putaran depan Transmart, Jalan M. Thamrin ke arah Serpong," ucapnya.

Menurut Syaiful, jajarannya tak punya rencana lain lantaran akses jalan hanya ada seperti itu.

Ia menyebut pihaknya hanya melakukan penempatan anggota guna mengatur lalu lintas.

Petugas tengah mengatur lalu lintas di kawasan Jembatan Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang.
Petugas tengah mengatur lalu lintas di kawasan Jembatan Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

"Petugas yang kami terjunkan ke lapangan ada 25 orang personel," kata Syaiful.

Ia menambahkan dalam rekayasa lalu lintas ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi - instansi terkait.

Seperti kepolisian, DPC Organda, Appindo, dan operator angkutan bus kota yakni PT Transjakarta, Mayasari Bhakti, serta Arimbi Jaya Agung.

"Kami juga sudah memasang rambu dan spanduk informasi soal pengalihan arus lalu lintas ini," paparnya.

Berikut rekayasa lalu lintas yang diberlakukan dan sejumlah jalan alternatif yang bisa dilalui;

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved