Selasa, 14 April 2026

Meninggal dan Dikubur di Luar Negeri, Arwah Terapis asal Bali Minta Ritual ‘Terpana’

Arwah sang istri minta ritual 'terpana' setelah jenazahnya tak bisa dibawa pulang dari luar negeri.

Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
JRO Wayan Sriani semasa hidup. 

WARTA KOTA, GIANYAR – Suasana duka menyelimuti kediaman Gusti Nyoman Putra (51) di Banjar Bentuyung, Kelurahan/Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Selasa (12/9/2017).

Hal itu dikarenakan pihaknya tak memiliki biaya untuk memulangkan jenasah istrinya, Jro Wayan Sriani (35) dari Nigeria.

Mendiang Jro Sriani sejak tahun 2013 bekerja sebagai terapis spa di sebuah hotel di Nigeria.

Jro Sriani meninggal di Nigeria akibat stroke.

Saat Tribun Bali menemui Gusti Putra di rumahnya, sejumlah kerabat tengah berkumpul di sana.

Mereka tidak pernah menyangka, Jro Sriani yang selama ini dikenal ramah dan rajin dalam setiap kegiatan sosial, harus dikuburkan di negeri orang.

Baca: Sambut Arwah dengan Api Batok Kelapa

Bahkan di detik-detik terakhir hidupnya, tak satupun pihak keluarga yang menemani, lantaran tak memiliki biaya untuk menjenguknya ke Nigeria.

Meskipun Jro Sriani bekerja di luar negeri, pihak keluarga mengatakan sejak tiga tahun lalu Sriani tak pernah mengirimkan uang ke keluarganya di Bali.

Baca: Ini Kesalahan Awal RS Mitra Keluarga Hingga Bayi Debora Meninggal

Hal itu dikarenakan bos tempatnya bekerja, selalu telat memberikan gaji, bahkan keterlambatan gajian itu bisa mencapai enam bulan.

Ketika gaji dibayarkan, uangnya habis untuk membayar hutang.

Gusti Putra menceritakan, istrinya bekerja di Nigeria sejak tahun 2013.

Dalam masa kerja di tahun pertama tidak terjadi masalah.

Sriani pun sempat pulang selama minggu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved