Selasa, 14 April 2026

Koran Warta Kota

Ibunda Debora: Dek, Jangan Pergi, Tolong Kamu Bertahan, Jangan Menyerah!

Bayi Debora itu tak tertolong lantaran rumah sakit tak ada kerja sama BPJS. Rujukan ke rumah sakit lainpun seolah tak dibantu pihak rumah sakit.

Editor: Fred Mahatma TIS
Warta Kota
20170910 debora-1 

Pasangan Henny Silalahi dan suaminya, Rudianto Simanjorang dirundung duka mendalam. Mereka hanya bisa mengenang bayi mereka, Tiara Debora, yang meninggal, Minggu (3/9) lalu.

Nyawa bayi berusia empat bulan itu tak tertolong, karena berbelitnya urusan administrasi di rumah sakit lantaran rumah sakit itu belum ada kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kepada Warta Kota, Sabtu (9/9), Henny dan Rudianto mengungkapkan rasa penyesalan mereka memercayakan nyawa Debora kepada pihak RS Mitra Keluarga Kalideres.

Baca: Siang Ini, KPAI Temui Ibunda Debora

Baca: Bayi Debora Meninggal Karena Ditolak Rumah Sakit Jadi Viral di Medsos

Pasangan suami istri ini tinggal di rumah kontrakan berukuran kecil di Jalan Husen Sastranegara, Gang H. Jaung RT 02/RW 01 Kampung Baru, Kecamatan Benda, Tangerang. Rumah ini hanya mempunyai tiga ruangan saja. Tampak terparkir sepeda motor butut milik Rudianto di depan rumah.

Henny yang mengenakan daster berwarna cokelat muda masih tampak murung di ruang tamu saat ditemui. Ia memegangi pakaian Debora dan menceritakan kepiluannya yang mendalam.

Baca: Ibu Debora: Benar-benar Jahat dan Kejam, Nyawa Anak Saya Hanya Selembar Kertas Administrasi

"Anak saya ini memang lahir prematur, ada masalah sama jantungnya. Sudah berobat dan perlahan-lahan keadaanya membaik," ujar Henny saat ditemui Warta Kota di kediamannya, Sabtu (9/9).

Debora yang berusia 4 bulan ini, tiba-tiba mengalami sakit pada Minggu (3/9) dini hari. Orangtuanya pun mendadak panik dan mencoba membawanya ke RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat. "Kami sudah panik, dan langsung bawa ke rumah sakit. Debora batuk pilek dan sesak napas," ucapnya.

Pihak RS Mitra Keluarga pun langsung melakukan pelayanan. Bayi berusia 4 bulan itu segera mendapatkan penanganan di IGD. Namun kondisi Debora semakin melemah.

Baca: Dinas Kesehatan DKI Bakal Investigasi Kasus Kematian Bayi Debora Simanjorang

Pertolongan pertama

Dokter jaga saat itu, Irene Arthadinanty Indrajaya, langsung melakukan pertolongan pertama dengan melakukan penyedotan (suction). Debora dipasangi berbagai macam alat monitor, infus, uap, dan diberikan obat-obatan. Saat itu, pukul 03.30, Debora sudah bernapas dan menangis kencang.

"Saya pikir sembuh nih, terus saya dipanggil dokter Irene, dia bilang ini harus masuk ruang PICU (pediatric intensive care unit) karena sudah empat bulan usianya, tetapi dia bilang di sini enggak terima BPJS," kata Henny.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved