Korupsi KTP Elektronik
Setya Novanto Manfaatkan Momentum Menguatnya Dukungan Terhadap Pansus Angket KPK
Ia pun meminta KPK lebih berhati-hati dalam menghadapi praperadilan Setya Novanto.
Penulis: Sri Handriyatmo Malau |
WARTA KOTA, PALMERAH - Ketua DPR Setya Novanto memperoleh momentum terbaik, kala kerja dan dukungan terhadap Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) makin menguat.
Momentum inilah, menurut pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, dilihat secara cermat oleh Ketua Umum Partai Golkar itu, untuk mendaftarkan gugatan praperadilan melawan KPK.
Praperadilan diajukan atas penetapan Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
Baca: Fahri Hamzah: Novel Baswedan, Kalau Sehat Pulanglah
"Saat ini suasana kebatinan DPR memang sedang kompak-kompaknya terkait dengan KPK. Pansus KPK makin lama makin banyak menuai dukungan dari anggota dewan lainnya," ujar Hendri Satrio kepada Tribunnews.com, Selasa (5/9/2017).
"Momentum inilah yang dimanfaatkan setya Novanto untuk mengajukan praperadilan," tambahnya.
Memang, kata Hendri, adalah hak Setya Novanto mengajukan praperadilan untuk memperjuangkan nama baiknya. Namun menurutnya, hal itu hanya membuat namanya kembali memanas terkait kasus e-KTP.
Baca: Skytrain Bandara Soekarno-Hatta Angkut 350 Penumpang Lima Menit Sekali
"Dengan pengajuan praperadilan ini, otomatis perhatian rakyat kembali tertuju pada kasus e-KTP," kata Hendri.
Ia pun meminta KPK lebih berhati-hati dalam menghadapi praperadilan Setya Novanto. Apalagi, Setya Novanto punya pengalaman menang atau lolos dari jeratan hukum, dalam sejumlah kasus yang pernah menyebut-nyebut namanya.
"Wah entahlah, tergantung apakah KPK sudah mematuhi aturan hukumnya, tapi Setya Novanto sudah punya track record menang dalam sidang peradilan," ucapnya.
Baca: Ganjil Genap di Tol Jakarta-Cikampek, 50 Persen Mobil Pribadi Diharapkan Beralih ke Angkutan Umum
Setya Novanto sebelumnya tak pernah dinyatakan bersalah dalam kasus hukum apa pun. Itulah kemudian banyak yang menyebutnya sebagai 'The Untouchable'.
Kontroversi Setya Novanto yang paling menyita perhatian adalah kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden, saat meminta jatah saham PT Freeport Indonesia. Kasus ini telah membuat marah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Novanto juga sering bolak-balik ke KPK untuk diperiksa sebagai saksi, karena namanya disebut dalam berbagai kasus, seperti korupsi e-KTP, suap Ketua MK Akil Mochtar, hingga kasus PON Riau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/setya-novanto-konferensi-pers-soal-statusnya-sebagai-tersangka_20170719_072519.jpg)