Pasutri Mencoba Tabah setelah Rumah Peninggalan Orangtua Ludes Terbakar
Untuk kelanjutan hidup, Ujang bersama istri dan dua anaknya mengungsi di SMPN 26 Jakarta, Jatinegara.
WARTA KOTA, JATINEGARA -- Pasca kebakaran yang terjadi di kawasan Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, membuat warga sangat terpukul lantaran melihat peristiwa kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah.
Satu di antaranya Ujang Khotim (34) dan istrinya Devi Hardianti (28), harus menerima kenyataan bahwa rumah peninggalan orangtua sudah ludes dilalap si jago merah.
"Ia, saya dari lahir tinggal dikampung ini mas. Rumah juga peninggalan dari orangtua,"tutur Ujang saat dilokasi pengungsian, Senin (21/8/2017).
Untuk kelanjutan hidup, Ujang bersama istri dan dua anaknya mengungsi di SMPN 26 Jakarta, Jatinegara.
"Saat ini, di tempat pengungsian dulu saja mas, nanti, kalau sudah tidak ada lagi, barulah saya putuskan untuk mengontrak," kata Ujang.
Bapak dua anak ini mengaku, saat kejadian posisi rumah sedang kosong sehingga membuat ia tak mampu menyelamatkan barang-barang berharga.
"Posisi rumah sedang kosong. Saat itu saya sedang bekerja. Istri juga sedang bekerja,"katanya.
Selain barang berharga, tabungan pasangan suami istri ini juga hangus. Ia mengaku tabungan sebesar Rp 500.000 itu untuk keperluan si kecil yang ada di dalam kandungan Devi.
"Tabungan juga hangus mas, walaupun gak terlalu besar, tapi itu untuk keperluan si kecil yang ada di dalam kandungan,"ucap Devi (28).
Terlihat sampai saat ini, bantuan dari dinas sosial untuk korban kebakaran baru makanan dan obat-obatan saja.
"Kalau untuk makanan alhamdulillah sudah ada mas," ujar Devi.
Devi berharap, tidak hanya makanan saja yang dibantu, melainkan keperluan bayi dan balita juga seperti susu, popok dan pakaian juga.
"Baru makanan saja, kalau keperluan bayi dan balita sampai saat ini belum ada. Mudah-mudahan secepatnya ada mas,"beber Devi.
Bapak dan ibu dua anak ini bekerja sebagai tukang tambal ban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, sementara istrinya yang bekerja mengambil barang-barang bekas di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
"Untuk menambah biaya hidup mas ya walauopu cuma Rp 30-50 lumayan untuk meringankan suami. Makanya saya bantu bekerja seperti ini,"kata Devi (28).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bakar_20170821_172819.jpg)