Polisi Gagalkan Penyeludupan Sabu yang Disembunyikan Dalam Perut

Pelaku mengelabuhi petugas dengan menyebunyikan barang jenis sabu dengan modus menelan narkoba atau Swallow.

Polisi Gagalkan Penyeludupan Sabu yang Disembunyikan Dalam Perut
Joko Supriyanto
Polisi tangkap penyeludupan sabu dengan modus Swallow sebanyak 139 Butir dari Afrika ke Indonesia. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI - Aparat kepolisian bekerja sama dengan Bea Cukai Bandara Soeta berhasil mengagalkan penyelundupan sabu dari Afrika ke Indonesia.

Penangkapan pelaku yang berasal dari warga negara asing ini terjadi pada Selasa (15/8) di Bandara Soekarno Hatta, saat itu petugas melakukan pemeriksaan salah satu penumpang berinisial NE melalui x-ray dan mengindikasi temuan benda mencurigakan di dalam tubuh tersangka.

"Kemarin bea cukai dapat info ada satu penumpang dari afrika yang masuk ke indonesia, dia diduga didalam perutnya ada indikasi barang narkotika. Selanjutnya pelaku diintrograsi oleh petugas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Dwiyono, di RS Polri Kramat Jati, Jumat (18/8/2017).

Pelaku mengelabuhi petugas dengan menyebunyikan barang jenis sabu dengan modus menelan narkoba atau Swallow.

Selanjutnya dari keterangan NE, ia mengaku bahwa ia tidak sendiri masuk ke Indonesia, namun ada temanya bernama AM. Atas keterangan tersebut petugas bergegas melakukan pengembangan.

"Keesok harinya dari hasil pengembangan, AM berada di Hotel Penisula, Jakarta Barat dan berhasil ditangkap dengan menyita sejumlah barang bukti," katanya.

Dari barang bukti yang didapat petugas oleh pelaku NE ada sebanyak 71 kapsul yang diduga narkotika jenis sabu. Sedangkan dari tersangka kedua, AM sebanyak 68 kapsul diduga sabu.

Kedua pelaku sendiri adalah kewarganegaraan Afrika yang memasok barang haram tersebut dan berencana diedarkan di Indonesia.

Tembak Mati
Sementara itu dari hasil pengembangan yang yang dilakukan oleh aparat kepolisian, polisi berhasil ngamankan AM setelah dilakukan penangkapan NE di bandara Soeta.

Namun AM terpaksa dilumpuhkan oleh petugas kepolisian karena melakukan tindakan yang sangat beresiko terhadap petugas saat penangkapan.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved