Sabtu, 25 April 2026

Polisi Gagalkan Penyeludupan Sabu yang Disembunyikan Dalam Perut

Pelaku mengelabuhi petugas dengan menyebunyikan barang jenis sabu dengan modus menelan narkoba atau Swallow.

Joko Supriyanto
Polisi tangkap penyeludupan sabu dengan modus Swallow sebanyak 139 Butir dari Afrika ke Indonesia. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI - Aparat kepolisian bekerja sama dengan Bea Cukai Bandara Soeta berhasil mengagalkan penyelundupan sabu dari Afrika ke Indonesia.

Penangkapan pelaku yang berasal dari warga negara asing ini terjadi pada Selasa (15/8) di Bandara Soekarno Hatta, saat itu petugas melakukan pemeriksaan salah satu penumpang berinisial NE melalui x-ray dan mengindikasi temuan benda mencurigakan di dalam tubuh tersangka.

"Kemarin bea cukai dapat info ada satu penumpang dari afrika yang masuk ke indonesia, dia diduga didalam perutnya ada indikasi barang narkotika. Selanjutnya pelaku diintrograsi oleh petugas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Dwiyono, di RS Polri Kramat Jati, Jumat (18/8/2017).

Pelaku mengelabuhi petugas dengan menyebunyikan barang jenis sabu dengan modus menelan narkoba atau Swallow.

Selanjutnya dari keterangan NE, ia mengaku bahwa ia tidak sendiri masuk ke Indonesia, namun ada temanya bernama AM. Atas keterangan tersebut petugas bergegas melakukan pengembangan.

"Keesok harinya dari hasil pengembangan, AM berada di Hotel Penisula, Jakarta Barat dan berhasil ditangkap dengan menyita sejumlah barang bukti," katanya.

Dari barang bukti yang didapat petugas oleh pelaku NE ada sebanyak 71 kapsul yang diduga narkotika jenis sabu. Sedangkan dari tersangka kedua, AM sebanyak 68 kapsul diduga sabu.

Kedua pelaku sendiri adalah kewarganegaraan Afrika yang memasok barang haram tersebut dan berencana diedarkan di Indonesia.

Tembak Mati
Sementara itu dari hasil pengembangan yang yang dilakukan oleh aparat kepolisian, polisi berhasil ngamankan AM setelah dilakukan penangkapan NE di bandara Soeta.

Namun AM terpaksa dilumpuhkan oleh petugas kepolisian karena melakukan tindakan yang sangat beresiko terhadap petugas saat penangkapan.

"Saat turun melakukan perlawanan dengan mengambil senjata anggota dan dilakukan penindakan tegas terukur oleh petuas. Saat ini jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, AM adalah warga negara Afrika," kata Argo.

Menurut Argo sebelum AM ditembak bahwa pelaku memang berencana pindah ke Hotel lain, karena setiap satu hari tak dapat transaksi maka harus pindah ke hotel.

Selanjutnya atas informasi tersebut polisi bergegas menyambangi AM di hotel daerah Slipi, Jakarta Barat. Penyidik membuntuti saat yang bersangkutan sedang berupaya pindah hotel.

"Yang bersangkutan memang diminta kalau belum ada yang ambil barang dalam sehari langsung disuruh pindah. Kemudian dia pindah dan kita langsung tangkap," katanya.

Jaringan Lapas
Dari penangkapan kedua tersanga EN dan AM, polisi melakukan pengembangan dan ternyata dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh polisi ternyata penyelundupan sabu dengan modus Swallo ini dikendalikan jaringan lapas.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved