Sabtu, 11 April 2026

Puluhan Kendaraan Terjaring Saat Operasi Parkir Liar di Kalibata

Kawasan Kalibata, Pancoran, menjadi sasaran personil gabungan Sudinhub Jakarta Selatan, Satpol PP, TNI,dan Polri melakukan Operasi tertib Trotoar

Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Feryanto Hadi
Petugas gabungan saat menderek sebuah mobil sedan pada operasi parkir liar di Kalibata, Jumat (18/8). 

WARTA KOTA, PANCORAN -- Kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan menjadi sasaran personil gabungan dari Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, Satpol PP, TNI, dan Polri, melakukan Operasi tertib Trotoar pada Jumat (18/8).

Di kawasan itu selama ini memang terjadi banyak pelanggaran, mulai dari lawan arah, parkir liar hingga pedagang yang mengokupasi trotoar.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Christianto mengatakan, pihaknya menjaring puluhan kendaraan yang melakukan pelanggaran yakni sebanyak 24 motor, 16 mobil, serta 10 bajai terkena OCP (Operasi Cabut Pentil), lima kendaraan BAP Tilang dan lima kendaraan diderek.

Petugas gabungan saat menindak pengemudi online pada operasi parkir liar di Kalibata, Jumat (18/8).
Petugas gabungan saat menindak pengemudi online pada operasi parkir liar di Kalibata, Jumat (18/8). (Warta Kota/Feryanto Hadi)

"Hari ini kami fokus operasi di titik-titik yang menjadi fokus di Kecamatan Pancoran antara lain sekitar Stasiun Kalibata, depan Apartemen Kalibata City, dan komplek DPR," katanya di sela kegiatan operasi.

Sepeda motor milik ojek online yang menjamur di kawasan itu tak luput dari penindakan.

Namun, banyak ojek online yang lebih dulu membubarkan diri melihat kedatangan petugas.

Sejumlah taksi online, angkutan kopaja dan angkutan umum juga tak lepas dari sasaran operasi karena mereka menunggu penumpang di lokasi keramaian dan tidak jarang menyebabkan kemacetan.

"Saya hanya berhenti sebentar saja menunggu kawan," kata Dian (26), pemilik mobil.

Seorang pengendara ojek online yang mengaku bernama Anton (32) bilang bahwa di kawasan Kalibata City dan Stasiun Kalibata memang menjadi lokasi favorit untuk mencari penumpang.

Ribuan orang yang beraktifitas di stasiun ditambah ribuan penghuni Kalibata City dan keberadaan pusat belanja Mal Kalibata, membuat sejumlah angkutan, mulai dari konvensional hingga daring, menjadikan kawasan itu sebagai lokasi mangkal.

"Ya karena di sini ramai penumpangnya. Baik dari stasiun atau apartemennya," ujarnya.

Pada jam-jam sibuk, khususnya petang hingga malam pukul 21.00, jalanan di bawah fly over Kalibata selalu macet akibat angkutan umum yang memenuhi jalan.

Ditambah lagi dengan angkutan seperti taksi konvensional dan taksi daring yang berkumpul di area depan apartemen.

Sementara, antrean mobil yang keluar masuk lingkungan apartemen membuat lalu lintas tersendat.

Christianto menjelaskan, fungsi trotoar, adalah untuk pengguna jalan kaki, bukan untuk tempat parkir ataupun sebagai tempat untuk berdagang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved