Sabtu, 2 Mei 2026

GIIAS 2017

Mengapa Xpander Pilih Penggerak Roda Depan?

Xpander memilih sistem penggerak roda depan. Apa sih keunggulannya sehingga Mitsubishi mantap tidak menggunakan sistem penggerak roda belakang?

Tayang:
Editor: Fred Mahatma TIS
KompasOtomotif/Stanly Ravel
LEBIH responsif dan efisien menjadi salah satu alasan Mitsubishi Xpander menggunakan sistem penggerak roda depan. 

WARTA KOTA, SERPONG --- Sebagai pendatang baru Mitsubishi sudah banyak menerima ‘serangan’ berupa kritik baik seputar desain maupun teknis dari para kompetitornya. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah mengenai pilihan menggunakan sistem penggerak roda depan.

Terdapat pemahaman, seharusnya sebagai MPV tujuh penumpang Xpander lebih cocok menggunakan sistem penggerak belakang untuk medan di Indonesia. Selain karakter yang lebih halus dan kuat digunakan pada beragam medan jalan, penggerak belakang juga lebih murah dalam hal perawatan.

DASBOR Mitsubishi Xpander
DASBOR Mitsubishi Xpander (KompasOtomotif.com/Stanly Ravel)

Menanggapi hal ini, pihak Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyatakan, perkembangan mobil di seluruh dunia saat ini mengarah pada penggunaan penggerak roda depan.

"Hampir semua mobil saat ini menggunakan roda depan, bahkan kebanyakan besar mobil premium di kelas MPV juga sudah banyak yang mengaplikasi. Kenapa? Karena roda depan lebih responsif dan efisien," tutur Boediarto Department Head Technical Serivce Sales and Marketing Division MMKSI di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Senin (14/8/2017).

Baca: 6 Varian Xpander plus Harganya

Boediarto mengklaim, penggerak depan lebih cepat dan tepat saat bermanuver karena konsentrasi roda dikendalikan dari depan. Hal ini membuat dampak oversteer mampu dikoreksi dengan cepat karena kontrol roda dan kemudi sama-sama berada di depan.

Tidak hanya itu, saat mobil terjebak seperti mengalami ban depan yang ambles akan lebih mudah untuk meloloskan diri. Hal ini karena kontrol arahnya ada di depan, tidak dibelakang.

"Contoh seperti mobil off-road, meski banyak rintangan medan berat, tetapi fokus dia tetap mengendalikan arah roda melalui kemudi, karena kontrol roda ada di depan tidak di belakang. Saat kita alami salah satu ban masuk ke selokan, sebenarnya lebih mudah ditangani mobil penggrak roda depan ketimbang roda belakang," ucap Boediarto.

Lebih Nyaman

MENJAJAL kelegaan kabin Mitsubishi Xpander di GIIAS 2017, Kamis (10/8).
MENJAJAL kelegaan kabin Mitsubishi Xpander di GIIAS 2017, Kamis (10/8). (KompasOtomotif.com/Stanly Ravel)

Sebelumnya, pereli nasional Rifat Sungkar juga pernah membahas mengenai keunggulan roda depan. Menurut dia, keunggulannya adalah terkait penggunaan komponen yang lebih ringkas, sehingga tingkat gesekan yang terjadi akan makin minim. Bahkan, bila menggunakan penggerak roda depan, ruang kabin akan lebih lapang dibanding mobil pengerak roda belakang.

“Mobil penggerak depan tidak membutuhkan propeler shaft sebagai penyalur tenaga dari transmisi ke roda belakang yang biasa dipakai mobil penggerak belakang. Ini bikin lantai kabin bisa dibuat rata karena tidak perlu ruang untuk propeler shaft tersebut,” jelas Rifat.

Baca: Kenyamanan ‘Omotenashi’ Xpander

Lantai yang rata, lanjutnya, tentu menambah level kenyamanan kabin jauh lebih baik. Ketiadaan poros gardan ini juga mengurangi bobot mobil, sehingga mobil menjadi lebih ringan.

“Letak mesin yang berada di bagian depan, di atas roda, juga membuat traksi menjadi lebih baik. Ban mobil lebih rigit untuk menapak serta menarik roda belakang,” imbuh Rifat.  (Stanly Ravel)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Jawaban Xpander untuk Pilihan Penggerak Roda Depan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved