Baru Berusia 28 Tahun, Pemuda Ini Sukses Jadi CEO dan Punya 150 Karyawan
Di usia muda, dengan tanggungan utang miliaran rupiah, Calvin sempat dilanda kebingungan. Sementara, sang ibu, terus memberikan semangat kepadanya
Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Ahmad Sabran
Baginya, ide merupakan mata uang dan sumber kekayaan yang dapat terbarukan. Berbeda dengan komoditas tambang atau energy lainnya yang sewaktu-waktu bisa habis. Salah satu contoh ide yang dikembangkan adalah memberikan pelayanan kepada pelanggan disertai edukasi tentang fungsi-fungsi mesin, peralatan cangih dan lain-lain.
Kiat Calvin yang lain adalah leadership yang kuat diikuti dengan manajerial yang baik. Dalam menjalankan bisnisnya, ia berprinsip pada proses dan jaringan yang luas. Proses dapat memberi kesempatan baginya untuk terbiasa menjadi pembeda, bertindak disiplin dan berpikir out of the box, melawan mainstream yang ada, walaupun kadangkala bisa keliru. Sedangkan jaringan yang luas membuatnya seperti sedang berenang di tengah samudera, dan kapan saja ia bisa menemukan mutiara-mutiara baru yang sebelumnya tersembunyi.
“Proses yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula. Dengan menikmati proses, kita bisa berpikir kreatif. Karena sejatinya ide bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Sedangkan jaringan, itu menurut saya syarat utama bisnis kita bisa maju, termasuk bisa menciptakan bisnis baru itu ya dari hasil berhubungan dengan orang lain,” ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/calvin-lutvi-pengusaha-muda_20170810_195622.jpg)