Kamis, 7 Mei 2026

Polisi Kembali Rilis Sketsa Wajah Mungkinkah Kali Ini Sketsa Peneror Novel Baswedan

Pria tersebut bertemu dengan istri Novel, Rina Emilda menanyakan gamis untuk pria, tapi Rina hanya menjual pakaian Muslim perempuan secara online.

Tayang:
TRIBUNNEWS/BIRO PERS/LAILY RACHEV
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa wajah diduga orang yang menyiram air keras terhadap Novel Baswedan, di Istana Negara, Jakarta. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Pihak Kepolisian kembali merilis sebuah sketsa wajah terkait kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Namun, berbeda seperti sebelumnya, sketsa wajah tersebut bukan milik pelaku, tetapi sosok pria yang bertamu ke rumah Novel sebelum penyerangan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Selasa (11/4/2017) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan, pria tersebut merupakan seorang pembeli yang datang ke rumah Novel sekitar enam hari sebelum penyerangan atau Rabu (5/4/2017) lalu.

Pria tersebut bertemu dengan istri Novel, Rina Emilda menanyakan gamis untuk pria, sedangkan diketahui Rina hanya menjual pakaian Muslim perempuan secara online.

"Sketsanya udah. Jadi tinggal kroscek kepada saksi," jelasnya.

Argo menuturkan, total ada sebanyak tiga sketsa wajah yang dibuat penyidik berdasarkan keterangan saksi.

Sketsa wajah pertama sebelumnya telah dirilis Kapolri Jendral Tito Karnavian di Istana Negara pada Senin (31/7/2017) lalu.

Sketsa tersebut diduga sebagai wajah dari pria yang mengendarai sepeda motor saat melakukan penyerangan.

Saksi yang melihat pria pada sketsa pertama tersebut, kata Argo, juga sempat merevisi keterangannya.

Sebab, saksi bernama Eko tersebut sempat terobsesi dengan wajah saksi AL yang sebelumnya fotonya tersebar di sejumlah media.

"Iya betul (sempat merevisi). Karena saat dia kembali dari masjid, dia mendahului, dia melihat ada orang asing tak dikenal berdiri di samping sungai. Dia menunduk di cuaca agak gelap. Saat kami tanyakan bagaimana sketsanya kan dia sudah melihat di beberapa gambar dan media adalah wajahnya AL, dia terobsesi dengan gambar itu, jadi dia merevisi," terang Argo.

Sketsa wajah lainnya ialah wajah dari seseorang yang dicurigai oleh saksi di tempat wudhu di Masjid Al Ihsan Kelapa Gading, sesaat sebelum penyerangan. Namun, sketsa tersebut katanya belum sepenuhnya tepat lantaran belum dikroscek kepada saksi.

"Yang satu (dalam masjid) belum ketemu saksi. Kalau sudah dikroscek akan diperbanyak san disebar ke masyarakat. Tapi sejak sketsa pertama dirilis belum ada informasi dari masyarakat.

Walau begitu, lanjutnya, dirinya menegaskan jika sosok yang ada di sketsa tersebut belum tentu merupakan pelaku dari penyerangan Novel.

Namun, polisi tetap membutuhkan keterangan mereka untuk memastikan keterkaitan mereka dalam kasus ini.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved