Pengakuan Pelaku Saat Menendang Dada Ricko Andrean
Pelaku yang bernama Wugi Fahrul Rozak (19) mengaku sangat menyesali perbuatannya.
Cuma ikut-ikutan
Kepada kepolisian, Wugi mengaku cuma ikut-ikutan karena terprovokasi oleh sejumlah orang yang memukuli Ricko di tribun utara lantai 3 Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
"Waktu kejadian saya di tribun bawah. Saya mendengar ada teriakan The Jak, The Jak. Terus saya naik," ujarnya.
Baca: Bakar Tiga Sekolah Berbuntut Korlap Wartawan dan Tukang Parkir Ditangkap
Sesampainya di lantai 3 stadion, Wugi sudah mendapati kondisi Ricko babak belur karena dikeroyok bobotoh.
"Saya melihat korban lagi dipukulin. Pas lagi diseret, saya ikut nendang di dadanya," sebut dia.
Sepulang dari stadion, Wugi yang juga anggota Viking Persib Club ini langsung mengunggah perbuatannya di akun Facebook miliknya.
Namun beberapa hari kemudian unggahannya dibanjiri kecaman dari sejumlah suporter baik bobotoh maupun Jakmania.
Baca: Lah Jeans yang Dicuci 6 Bulan sekali akan Dianggap Makin Bagus
Setelah itu, ia dicari-cari oleh sejumlah orang, hingga ia sering berpindah-pindah tempat.
"Saya sempat hapus postingan karena enggak kuat dicaci maki. Banyak juga yang nyariin saya jadinya," katanya.
Wugi pun mengaku gentar ketika ditanya apakah dirinya berani meminta maaf langsung ke pihak keluarga korban.
"Insya Allah saya mau minta maaf," ucapnya. (*)
Kini Wugi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 170 KUH Pidana tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara
Berita ini sudah dimuat di Kompas.com dengan judul : Pengakuan Bobotoh yang Ikut Mengeroyok Ricko Andrean
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170802-pengeroyok-bobotoh-ricko-andrean1_20170802_070756.jpg)