Rabu, 15 April 2026

Polisi Mulai Bongkar Kapal Pembawa Satu Ton Sabu-sabu

Polisi mulai membongkar kapal pengangkut satu ton sabu-sabu yang diamankan di Perairan Bintan, Kepulauan Riau dan selanjutnya akan dibawa ke Batam.

Tribun Batam/Eko Setiawan
Kapal Wanderlust asak Taiwab yang digunakan bandar narkiba untuk menyelundupkan satu ton sabu-sabu dan kemudian ditangkap petugas Bea dan Cukai Batam saat bersandar di Pelabuhan Bea dan Cukai Batam di kawasan Tanjung Uncang, Senin (17/7/2017). 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Polisi mulai membongkar kapal Wanderlust pengangkut satu ton sabu-sabu yang diamankan di Perairan Bintan, Kepulauan Riau dan selanjutnya akan dibawa ke kawasan Tanjunguncang, Kota Batam.

"Sekarang kapalnya ada di Tanjunguncang untuk dilakukan pembongkaran. Yang bisa dibongkar secara manual sudah dilakukan. Hanya saja untuk memotong badan kapal belum bisa dilakukan," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso di Batam, Selasa.

Untuk membelah atau membongkar semua bagian kapal secara menyeluruh, katanya, pihak kepolisian akan bekerja sama dengan kalangan tenaga ahli terkait.

"Polisi tidak mungkin bisa melakukan sendiri karena tidak memiliki keahlian untuk itu. Harus dikerjasamakan dengan pihak yang ahli," kata dia.

Erlangga juga mengatakan, kepolisian masih mendalami jalur-jalur pelayaran tersebut berdasarkan rekaman pada GPS untuk memastikan tempat-tempat yang disinggahi kapal ini.

"Semua terus diteliti untuk mengungkap rute dan perjalanan kapal dengan panjang sekitar 37 meter itu," kata Erlangga.

Kepolisian Indonesia pada 13 Juli berhasil menangkap empat pelaku penyelundupan sabu-sabu dari Taiwan di Kawasan Anyer Baten.

Dalam pengembangan penyelidikan kasus ini, Kepolisian bekerja sama dengan Lantamal IV, Bea dan Cukai, dan BIN berhasil menangkap kapal dan lima tersangka lain di Perairan Bintan yang akhirnya dibawa ke Tanjunguncang, Batam.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya masih akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan yang memasok 1,020 ton sabu-sabu.

Kapolda Metro Jaya saat itu, Irjen Pol M Iriawan saat mengekspos hasil penangkapan di Batam mengatakan, kapal pengangkut 1,020 ton sabu-sabu asal Taiwan masuk ke Indonesia melalui perairan barat Pulau Sumatera yang relatif lebih sepi dibandingkan perairan timurnya.

"Kapal tersebut sebelum sampai ke Indonesia juga melalui Johor, Singapura, dan kawasan perairan Thailand sebelum masuk perairan barat Pulau Sumatera," kata Iriawan.

Iriawan mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan, tersangka yang ditangkap di bekas Hotel Mandalika Anyer, Serang, Banten, kapal berhenti di sekitar pulau Sangiang, Selat Sunda.

Sumber:
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved