Kamis, 23 April 2026

Salak Condet Nasibmu Kini, Bertahan Hidup di Derasnya Arus Zaman

Warga Jakarta tak perlu khawatir tak dapat menyaksikan kebun salak dan pohon tropis lain meski Jakarta sudah tumbuh menjadi hutan beton.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Kebun Salak Condet milik warga yang kini diambil alih pengelolaannya oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta. 

WARTA KOTA, CONDET -- Perkembangan zaman telah mendorong Jakarta menjadi kampung bengkak yang teramat padat oleh perumahan sambil terus menghadirkan gedung-gedung pencakar langit untuk berbagai keperluan.  Teramat sulit menemukan lahan kosong demi hadirnya ruang terbuka hijau, apalagi untuk hadirnya kebun yang produktif.

Akan tetapi siapa yang mengira bahwa di Jakarta ini masih ada kawasan yang menyimpan ciri khas, yakni Condet , yang hingga akhir 1980-an masih dikenal sebagai kawasan salak condet, buah tropis yang identik dengan lambang Jakarta?

Mungkin sebagian warga Jakarta sudah tak tahu lagi bahwa salah satu kawasan di Jakarta Timur ini pernah menjadi sentra buah bersisik tersebut. Dulu, kawasan ini memang merupakan sentra buah salak dan beberapa jenis buah tropis lainnya.

Asmawi, Warga Condet dari keluarga pemilik kebun salak yang kini menjadi penjaga Kebun Salak Condet, Jakarta Timur.
Asmawi, Warga Condet dari keluarga pemilik kebun salak yang kini menjadi penjaga Kebun Salak Condet, Jakarta Timur. (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Bahkan di masa lalu, nnyaris setiap keluarga yang tinggal di kawasan ini memiliki "kebun" salak di pekarangan rumah. Berbeda sekalu jika hari ini orang bertandang ke Condet. Sangat sulit menemukan kebun salak yang berjaya seperti pada masanya. Menyesal? Tak perlu.

Pasalnya, masih ada satu lokasi di Condet yang menyisakan pemandangan tumbuhnya pepohonan salah yang memiliki nama ilmiah Salacca zalacca ini dan snake fruit dalam bahasa Inggris karena kulitnya yang bersisik seperti ular. Mereka tumbuh di kebun bernama Kebun Salaj Condet

Saat Warta Kota menyambangi Kebun Salak Condet ini, hati sempat berdecak kagum dan banggak.  Sebab  ketika kota Jakarta sudah menjadi hutan beton,  pohon buah ini masih sempat terjumpai . Tentu tak sebanyak masa jayanya.

Asnawi (55),  salah satu warga yang dulu menjadi bagian dari keluarga pemilik kebun salak di Condet, lalu berubah jadi penjaga Kebun Salak Condet, berkisah. Buah pohon dari keluarga palma namun berbentuk perdu serta hampir tak berbatang dan penuh duri ini dulu adalah primadona buah di kawasan Condet.

Namun karena zaman yang membuat penghuni ibu kota  ini begitu rakus lahan --untuk pemukiman, properti dan berbagai keperluan lain-- lahan untuk pohon salak terdesak total.

"Ini kebun salak udah ada sejak dulu. Malah sebelum  merdeka juga udah ada. Bedanya dulu semua orang punya kebon salak di sini, sekarangf kaga," kata pria yang akrab disapa dengan panggilan Awi, saat ditemui Warta Kota.

Pria asli Betawi ini mengatakan, dulu lokasi kebunnya menjadi salah satu kebun salak milik keluarga. Namun karena kebutuhan akan lahan untuk rumah kini, lahan kosongnya yang bisa ditanami salaj hanya tersisa sedikit. Itu pun telah diambil alih Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta untuk dipertahankan keberadaannya.

"Ini dulunya juga punya beberapa orang . Akhirnya lahan ini diselamatkan buat generasi masa depan. Jadi kalo besok punya cucu, mereka nanya, 'Pak, katanya di Condet ada kebun salak yang terkenal sebagai simbol Jakarta', nanti bisa ajak di mari. Di sinilah kebun salak ini dipertahankan," katanya.

Walaupun lahan tersebut diambil alih Dinas Pertanian dan Kehutanan, warga tetap boleh berkunjung dan melihat-lihat Kebun Salak Condet.

Pohon salak condet di Kebun Salak Condet  yang kini dikelola  Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta dan dijaga warga dari keluarga pemilik.
Pohon salak condet di Kebun Salak Condet yang kini dikelola Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta dan dijaga warga dari keluarga pemilik. (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Lebih Tebal dan Manis
Terhampar di lahan sekitar empat hektar luasnya, salak condet di kebun ini terlihat tumbuh subur. Daun berbentuk perdu dan hampir tak berbatang, berduri dan tumbuh melata serta beranak banyak ini  tumbuh menjadi rumpun yang rapat dan kuat.

Dari batang yang menjalar di bawah atau di atas tanah, terbentuk rimpang dengan diameter 10-15 cm. Daun-daunnya tampak menjulang ke atas, dan masih mampu menciptakan suasana teduh.

Tak hanya teduh, kebun Salak Condet yang terletak di Jalan Kayu Manis RT 7/5, Kelurahan Balekambang, Condet, Jakarta Timur ini juga ditanami beberapa jenis pohon buah tropis lain seperti mlinjo, duku, kecapi, dan bucung.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved