Minggu, 3 Mei 2026

Warga Pertahankan Mushola yang Mau Dibongkar Terkait Proyek Kereta Bandara

Jangan sembarangan main robohkan saja. Mushola ini dibangun dari urunan warga sini. Warga bertekad tetap memertahankannya

Tayang:
Warta Kota/Andika Panduwinata
Masyarakat meminta agar pengganti rumah ibadah itu harus didirikan di lingkungan RW 07, Tanah Tinggi, Tangerang. 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Proses pembebasan lahan terkait proyek Kereta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang menimbulkan masalah baru.

Mushola Ar Rahman yang lahannya akan dibebaskan menuai polemik dari masyarakat sekitar.

Rumah ibadah tersebut berlokasi di RT 04 / RW 07 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Warga gusar dan emosi memuncak apabila Mushola tersebut dibongkar.

Pantauan Warta Kota di lokasi, pembangunan pesat terlihat dalam progres proyek Kereta Bandara.

Hampir semua bidang yang lahannya dibebaskan sudah dibongkar.

Kecuali rumah ibadah ini yang lokasinya persis di samping Sekolah Madrasah. Di lokasi tersebut pembangunan akses jalur Kereta Bandara sudah tampak.

Alat-alat berat dan para pekerja tampak sibuk merampungkan proyek itu.

Kendati demikian, warga sekitar menolak keras jika Mushola Ar Rahman ini tergerus dalam pembangunan kereta bandara.

Beberapa spanduk berisi penolakan terpampang di dinding rumah ibadah tersebut.

Satu dari masyarakat setempat bahkan mengancam akan menggelar aksi skala besar-besaran bila mushola ini dirobohkan.

"Harus ada penggantinya dulu kalau mau digusur. Jangan sembarangan main roboh-robohin aja. Mushola ini dibangun dari urunan warga sini. Kami tetap mempertahankannya," ujar Jiki (29) satu dari warga sekitar saat ditemui Warta Kota di Tanah Tinggi, Tangerang, Kamis (20/7/2017).

Sementara itu, Ketua Yayasan Madrasah yang sekolahnya berada berhimpitan dengan Mushola itu juga memberikan penjelasan terkait polemik ini.

"Sekolah sama Mushola ini memang satu paket bidang yang dibebaskan lahannya untuk pembangunan Kereta Bandara. Sekolah sudah dibongkar dan dicari pengganti relokasinya, tapi Mushola mendapat penolakan dari masyarakat," ucap Ketua Yayasan Madrasah, Surdada.

Menurut Surdada, PT KAI sudah memberikan ganti rugi terkait proses pembebasan itu.

Masyarakat meminta agar pengganti rumah ibadah itu harus didirikan di lingkungan RW 07, Tanah Tinggi, Tangerang.
Masyarakat meminta agar pengganti rumah ibadah itu harus didirikan di lingkungan RW 07, Tanah Tinggi, Tangerang. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Pihak PT KAI merelokasi dan membangun Sekolah Madrasah di wilayah RW 11 Komplek Guruminda, Tanah Tinggi, Tangerang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved