Penganiayaan Hermansyah
VIDEO: Ini Pernyataan Ketua RT, Tentang Sosok Pengeroyok Ahli IT ITB Hermansyah
Salah satu dari dua pelaku pengeroyokan Hermansyah (46), ahli IT ITB di Tol Jagorawi yang berhasil dibekuk polisi adalah Edwin Hitipeuw (37).
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Menurut Caca, tujuan polisi membawa Edwin ke rumahnya untuk memberitahu keluarga bahwa Edwin ditahan polisi karena terlibat pidana.
"Katanya sih, tujuannya cuma itu tapi saya gak tahu pasti. Karena saya gak ikut masuk rumah, waktu polisi bersama Edwin dipertemukan sama keluarga di dalam rumah," katanya.
Yang pasti kata Caca, sampai akhirnya Edwin dibawa kembali oleh polisi, istri Edwin sempat menangis histeris.
"Istrinya pasti shock dan sedih sekali. Makanya masih nangis terus seperti belum terima suaminya ditangkap polisi," kata Caca.
Oleh warga di lingkungan rumah kontrakannya, Edwin dikenal sebagai orang yang sangat ramah, supel, serta memiliki kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi.
Bersama istri, dan kedua anak laki-lakinya yang berusia 6 serta 5 tahun, dan ibu mertuanya, Edwin sudah sekitar 10 tahun mengontrak di salah satu rumah di Perum Raden Sukarma, Pancoran Mas, Depok, atau tepatnya sejak 2007 lalu.
"Pak Edwin orangnya baik dan gak pernah ada masalah apapun ke warga selama tinggal di sini. Dia dan keluarganya bergaul baik sama warga, peduli lingkungan dan berjiwa sosial juga," kata Agin (39), pemilik rumah kontrakan, dimana Edwin dan keluarganya tinggal, saat ditemui Warta Kota, Rabu.(12/7/2017).
Menurut Agin setiap ada sumbangan sukarela dari RT untuk keperluan warga, atau ada warga yang sakit, Edwin selalu aktif menyumbang.
"Bahkan sekalipun dia nasrani, setiap ada iuran infak dan sodakoh warga, atau untuk acara keagamaan, dia ikutan nyumbang juga," kata Agin.
Padahal kata Agin, keluarga Edwin terbilang sederhana dengan mengontrak rumah satu lantai yang dibuatnya.
Karena itulah kata Agin, warga tak percaya saat mengetahui Edwin merupakan satu pelaku yang ikut mengeroyok Hermansyah, ahli IT ITB di Tol Jagorawi, Minggu (9/7/2017) dinihari lalu.
"Jadi sempat geger juga warga di sini saat tahu, karena gak percaya Pak Edwin terlibat. Apalagi Pak Edwin, orangnya ramah banget dan baik," kata Agin.
Agin menuturkan dari sepuluh rumah kontrakan bertipe sama di Perum Raden Sukarma miliknya, Edwin dan istri adalah orang pertama yang mengontrak di sana sejak 2007.
Menurutnya deretan kontrakan bak cluster yang dibuatnya berisi 10 rumahm. Dimana ada lima rumah di kedua sisi, kiri dan kanan, yang saling berhadapan.
"Sengaja saya buat, untuk dikontrakkan dan tak dijual. Saat siap ditempati 2007 lalu, Pak Edwin dan istri, adalah warga pertama yang mengontrak, dan tetap sampai sekarang ini," kata Agin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170712pengeroyok-hermansyah-dikenal-warga-sebagai-karyawan-swasta_20170712_192615.jpg)