Mudik 2017
Ini Tip Agar Liburan Mudik Ramah Anak
Karena itulah, ia mengimbau para orangtua, agar selama liburan lebih baik anak dibebaskan dari tugas sekolah.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK -- Idham Khalid, Kabid Kaderisasi Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menuturkan bagi banyak orang liburan adalah masa petualangan dan masa yang tepat bagi anak untuk mengenal hal-hal baru.
Namun kata dia, studi Oliver James, psikolog anak, justru menemukan bahwa anak sesungguhnya mendambakan konsistensi dan repetisi ketika melalui waktu liburan mereka.
"Apalagi bagi anak-anak yang masih belia, mereka membutuhkan rasa aman yang bisa terpenuhi manakala mereka berada di tempat yang mereka kenal dengan baik atau dekat secara emosional," kata Idham, Jumat (23/6/2017).
Di tempat semacam itulah katanya anak sudah mengidentifikasi apa yang mereka inginkan, mereka sukai, dan apa yang ingin mereka jauhi.
"Jadi, wahai ayah bunda, senantiasa amati tanda-tanda stres anak," kata dia.
Caranya tambah Idham, dengan menakar kadar petualangan agar tetap bisa dilalui anak secara adaptif.
"Pahami bahwa anak butuh adaptasi, dan masing-masing anak punya pola serta tempo adaptasinya masing-masing," kata Idham.
Ia menjelaskan persepsi banyak masyarakat tugas dari sekolah akan memberikan manfaat maksimal liburan bagi anak.
"Faktanya, waktu belajar anak sudah sangat panjang. Apalagi berkat internet, jam belajar tidak lagi sebatas di sekolah. Belajar, terlebih yang berfokus pada kognisi, seolah aktivitas tak berkeputusan. Itu meletihkan bahkan memuakkan," katanyam
Karena itulah, ia mengimbau para orangtua, agar selama liburan lebih baik anak dibebaskan dari tugas sekolah.
"Biarkan anak lebih asyik dengan aktivitas motoriknya. Bebaskan anak dari keterkungkungan berpikir bahwa yang nomor satu adalah sekolah, sekolah, dan sekolah," katanya.
Selain itu kata Idham sebagian besar masyarakat juga menganggap liburan adalah sekaligus pesta kuliner.
"Kenyataannya, di samping kecelakaan lalu lintas, gangguan pencernaan adalah masalah utama yang membuat anak-anak masuk ke instalasi kesehatan. Terlebih bagi anak yang sudah ikut berpuasa Ramadhan, makan jor-joran begitu datang liburan bisa membuat organ dalam terguncang,' katanya.
Atas dasar itu, ia mengimbau orangtua menjadi panutan bagi anak tentang pola makan sehat dan kadungan makanan halal bernutrisi.
"Plus, cuci tangan dengan sabun. Satu lagi, jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah makan. Oya, sudah punya asuransi kesehatan, belum?. Sebaiknya punya," kata dia.