Kepadatan Pemudik Meningkat di Terminal Grogol Meski Hanya Terminal Bantuan
Pintu masuk dan pintu keluar Terminak Grogol ditutup menggunakan alat berwarna merah untuk mengantisipasi kendaraan bermotor masuk terminal.
WARTA KOTA, GROGOL PETAMBURAN -- Pada H-6 menjelang Idul Fitir 1438 Hijriah, peningkatan calon pemudik sudah terlihat di terminal bantuan Terminal Grogol, Jakarta Barat, Senin (19/6/2017), sudah nampak.
Para pemudik sudah memadati terminal yang kecil itu sejak siang hari.
Ratusan pemudik sudah memadati ruang tunggu Terminal Grogol.
Pintu masuk dan pintu keluar Terminak Grogol ditutup menggunakan alat berwarna merah untuk mengantisipasi kendaraan bermotor masuk terminal.
Karena, hanya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang diizinkan melintas di sana.
Diketahui Terminal Grogol hanya terminal bantuan.
Pada H-10 sampai H+7, terminal itu akan digunakan untuk angkutan mudik Lebaran 2017.
"Tanggal 3 Juli terminal ini akan ditutup kembali," kata Kepala Terminal Grogol, Frendy Manalu kepada Warta Kota, Senin (19/6/2017).
Dia mengatakan, pemudik di Terminal Grogol meningkat dibanding tahun 2016 lalu. Pada H-7 tahun 2016, pemudik yang diberangkatkan ada 930 orang.
Sedangkan H-7 tahun 2017 sudah memberangkatkan 1.042 orang.
"H-7 kemarin itu 1.042 penumpang yang diberangkatkan dengan 52 bus. Meningkat sedikut dibanding tahun sebelumnya," ucap dia.
Untuk H-6 atau Senin (19/6) siang, sebanyak 250 penumpang diberangkatkan dengan 11 bus.
Pemudik memilik Terminal Grogol, kata dia, imbas dari penutupan Terminal Rawa Buaya.
"Biar tidak padat di Terminal Kalideres maka sebagian dipindahkan kesini. Diprediksi puncak arus mudik pada H-4 dan H-3 Lebaran," ucap dia.
Bus-bus AKAP yang ada di Terminal Grogol akan melayani pemudik jurusan Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun, yang menjadi favorit memang untuk daerah Jawa Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mudik_20170619_163705.jpg)