Mudik Lebaran 2017
Saat Sidak BPTJ Temukan Bus AKAP Jual Bangku Over Kapasitas
Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa persen persiapan arus mudik di Terminal Kalideres.
WARTA KOTA, KALIDERES - Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, pihak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementrian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) persiapan angkutan lebaran tahun 2017 di Terminal Kalideres, Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (13/6/2017) siang.
Dalam sidak tersebut, BPTJ Kemenhub RI melihat ada beberapa bus yang tidak layak jalan.
Sejumlah fasilitas yang seperti pos kesehatan, pos pengamanan terpadu, tempat istirahat supir, toilet, ruang tunggu penumpang, ruang laktasi dan mushola diperiksa satu persatu oleh para petugas.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa persen persiapan arus mudik di Terminal Kalideres.
Bambang Prihartono Pelaksanana Tugas (Plt) Kepala BPTJ Kemenhub RI mengatakan bus untuk mengangkut masyarakat saat mudik dianggap belum layak.
Di Terminal Kalideres misalnya, masih banyak yang tidak memenuhi standar.
"Terus terang agak kecewa ternyata bus-bus ini memang tak sesuai dengan yang kita harapkan," kata Bambang Prihartono di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (13/6/2017).
Sebanyak 5 bus dari PO Putra Sulung dan Kramat Jati tak layak mengangkut penumpang. Setelah dia berkeliling melakukan check up pada bus di terminal itu.
"Dari 5 bus yang kita cek belum ada yang memenuhi standar," katanya.
Masalahnya bermacam, yang utama yakni faktor keselamatan penumpang. Dimana 5 bus tidak lolos kualifikasi rem. Bambang menyebut alat untuk menghentikan bus itu tak layak pakai dan harus diganti.
"Ada juga kuota penumpang yang melebihi batas yang ada. Di dalam ijinnya hanya 28 seat (bangku-red), ternyata di tawarkan 32. Pemadam kebarakannya juga expired," tuturnya.
Tidak Kecolongan
Sementara itu, Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen membantah pihaknya kecolongan terkait kelalaian standar rem bus. Pasalnya, kebiasaan PO baru akan menyiagakan armadanya beberapa hari sebelun lebaran tiba.
Rata-rata mereka baru akan memperbaiki dan memperbaharui sistem keamanan pada H-7 sebelum ritual mudik. "Tadi pas dicek mereka sudah ketakutan. Saya pastikan habis ini pasti diperbaharui semua," kata Revi.
Pihaknya juga akan memastikan kelebihan kapasitas sebagai modus meraup untung lebih saaat lebaran, dibabat habis. Jangan sampai nantinya keselamatan penumpang dipertaruhkan hanya karena omset.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180613-sidak_20170613_144607.jpg)