Berburu Nasi Kandar di Malaysia Bikin Kalap
Masakan india, misalnya, yang lebih mudah ditemui di Malaysia dibandingkan dengan di Indonesia. Harganya pun juga lebih murah.
Walau kenyang menyantap nasi kandar, rombongan kami masih mencari buah penutup.
Tetapi, buah yang dicari tidak tanggung-tanggung, durian Musang King. Durian khas Malaysia yang dijadikan seperti heritage bagi Malaysia.
Durian Musang King ini berbeda dengan durian lain. Jika durian lain boleh dibawa ke luar Malaysia, Musang King tidak boleh.
Kalaupun berhasil dibawa, durian ini dibawa secara diam-diam. Jika dibawa ke dalam kabin pesawat, walaupun sudah divakum dan dibungkus dengan aluminium hingga tidak mengeluarkan bau, petugas tidak akan membiarkan durian ini dibawa.
Buah durian Musang King itu tidak terlalu besar. Namun, dagingnya tebal dan bijinya kecil cenderung ciut.
Rasanya manis, creamy, dan ada pahitnya sedikit. Warnanya kuning keemasan.
Durian Musang King ini tidak boleh dimakan langsung, tetapi harus diawali dengan menyantap durian jenis lain.
Menurut Sue, pedagang Donald's Durian, di Petaling Jaya, jika tidak didahului makan durian lain, tidak akan diketahui keistimewaan durian Musang King.
Kami pun mencicipi Durian D24. Durian D24 rasanya manis, bijinya pun kecil, dan enak. Setelah menghabiskan dua buah durian D24, kami pun mencicipi Musang King.
Agak deg-degan juga, penasaran ingin tahu rasanya. Setelah kami menyantapnya, memang benar, enak sekali. Kami segera lupa bahwa perut kami sudah penuh. Kami berebutan mengambil durian Musang King.
Seusai menyantap Musang King, ternyata durian D24 masih ada. Setelah dimakan, rasa enak yang kami rasakan di awal sudah tidak kami temukan lagi di D24. Rasanya hambar, jauh sekali dengan Musang King.
Harga durian Musang King lebih mahal dari durian jenis lain. Di toko Donald's Durian, harga Musang King mencapai 85 ringgit Malaysia atau Rp 255.000 per kilogram dengan kulit.
Sementara durian D24 dihargai 38 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 72.000 per kg dengan kulit. Satu butir durian Musang King bisa memiliki berat 1,8 kg-2 kg.
Seusai makan durian, keinginan kami hanya satu. Segera kembali ke hotel, mandi, dan tidur. Tidak mau melakukan yang lain.
Perut kami sudah cukup tersiksa akibat terus-menerus diberondong makanan berat. Kini waktunya istirahat dan berterima kasih kepada Tuhan atas rezeki ini. (M CLARA WRESTI)
(Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 28 Mei 2017, di halaman 30 dengan judul "Pendar Rempah Nasi Kandar")
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170601berburu-nasi-kandar-di-malaysia-bikin-kalap_20170601_084752.jpg)