Bom Kampung Melayu
Polisi Bantah Pelaku Bom Kampung Melayu Bukan Warga Sukabumi
"Tidak benar pelaku bom bunuh diri merupakan warga Kebonpedes dan pesan berantai yang menjadi viral di dunia tersebut merupakan hoaks karena orangnya"
WARTA KOTA, SUKABUMI -- Informasi melalui pesan berantai di media sosial salah satunya WhatsApp (WA) yang menyebutkan pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, DKI Jakarta merupakan warga Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata hoaks atau palsu.
Baca: Inilah Twitter Pertama Pemberi Kabar Ledakan Bom Kampung Melayu
Dalam pesan berantai tersebut terpampang foto wajah diduga pelaku pasca meledakan diri yang disandingkan dengan foto seorang warga Kampung Ranji Tengah, Desa Ranji yakni Wiryawan Indra Praja.
Baca: Suara Ledakan Bom Bunuh Diri Tiga Kali Lebih Kencang Daripada Ban Truk Pecah
Bahkan polisi dari Polres Sukabumi Kota sempat mendatangi rumahnya dan memeriksanya.
"Tidak benar pelaku bom bunuh diri merupakan warga Kebonpedes dan pesan berantai yang menjadi viral di dunia tersebut merupakan hoaks karena orangnya ada di rumahnya dan masih hidup," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur kepada wartawan, Kamis (25/5).
Baca: Kecam Bom Bunuh Diri di Kampung Melayu, Jokowi: Ini Sudah Keterlaluan!
Menurutnya, karena adanya pesan berantai di dunia maya tersebut pihaknya juga sudah menjemput Wiryawan dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Namun dari pemeriksaan tersebut yang bersangkutan tidak mengetahui dan bingung kenapa fotonya disandingkan dengan jenazah terduga teroris.
Orang yang dalam foto tersebut merupakan buruh serabutan. Akibat informasi tersebut Wiryawan harus terganggu aktivitasnya.
Maka dari itu pihak kepolisian ingin meluruskan ada hoaks yang menjadi viral tersebut agar kasus ini tidak menjadi simpang siur di tengah masyarakat.
"Sekali lagi tidak ada kaitannya sama sekali dengan terduga pelaku bom di Kampung Melayu kami imbau warga, netizen (warganet) dan warga pemegang smartphone agar tidak terprovokasi isu yang bermunculan di dunia maya dan masyarakat tidak perlu takut pascakejadian ini, tambah Rustam. (Antara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bom-di-kampung-melayu-3_20170525_080844.jpg)