Tim Sinkronisasi Ngotot Program KJP Plus Masuk APBDP 2017, Disdik DKI Bentuk Tim Kajian
Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, mengatakan, sampai saat ini Pihaknya belum paham format KJP plus gubernur terpilih.
WARTA KOTA, KUNINGAN - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim untuk mengkaji program kartu Jakarta pintar (KJP) versi Ahok.
Hal itu dilakukan sambil menunggu pertemuan dengan tim sinkronisasi Anies-Sandi yang ngotot program KJP plus gubernur terpilih masuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2017.
Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, mengatakan, sampai saat ini Pihaknya belum paham format KJP plus gubernur terpilih.
"Harus tunggu hasil pertemuan dan diskusinya dulu (dengan tim sinkronisasi)," kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto ketika dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (17/5/2017) malam.
Tapi belum ada tanda-tanda pertemuan dengan tim sinkronisasi membahas KJP plus bakal terwujud.
Makanya, kata Bowo, sambil menunggu pertemuan dengan tim Anies-Sandi, Disdik DKI membentuk tim pengkaji KJP.
Fungsinya mengkaji dan menelaah KJP yang dilakukan selama ini. "Ini kajian internal saja," kata Bowo.
Dilakukan untuk nantinya dijelaskan ke tim sinkronisasi gubernur terpilih.
Saat ini tim sinkronisasi memang sedang berusaha memasukkan berbagai program yang jadi janji kampanye gubernur terpllih ke Rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) DKI Jakarta 2018.
Hanya ada waktu 3 minggu untuk memasukkan program ke RKPD. Seban pembahasannya di Pemprov DKI bakal dimulai akhir Mei 2017.
Salah satu program Anies - Sandi yang didorong adalah KJP plus. Program kedua, yakni Ok Oce.
Sementara Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik, menilai Plt Gubernur DKI Jakarta cenderung kurang lapang dada memasukkan program Anies-Sandi ke RKPD yang bakal segera dibahas di Pemerintah provinsi.
"Makanya Pak Djarot harus lapang dada memasukkan itu," kafa Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Gerindra ketika dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (17/5/2017) sore.
Menurut Taufik, tak ada gunanya menahan apalagi menjegal program yang jadi visi misi sekaligus janji Anies - Sandi dalam kampanyenya.
"Toh nanti mereka (Anies-Sandi) akan memimpin Jakarta juga di bulan Oktober 2017 ini," ucap Taufik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170519-uang-anggaran_20170519_094512.jpg)