Naringgul, Pesona Pasundan di Selatan Bandung
Desa Naringgul terpencil dikepung gunung di selatan Bandung. Namun keasrian dan ketenangan desa itu sungguh mempesona.
WARTA KOTA, PALMERAH-Banyak jalan menuju Bandung. Kali ini saya pilih yang melambung jauh ke selatan sampai Ujung Genteng lalu masuk lintas selatan Jawa Barat dari Surade sampai Cidaun dan berbelok ke utara melewati Naringgul dan Ciwidey.
Jalur lintas selatan Jawa Barat (LSJB) ini termasuk salah satu jalur klasik di kalangan pengelana bersepeda.
Sejumlah pengelana mancanegara yang hendak beranjak ke arah timur memilih jalur ini meski kontur jalannya relatif lebih berat ketimbang lewat utara atau tengah.
Mungkin karena jalur ini kaya variasi, mulai dari garis pantai hingga ke pegunungan dan lalu lintasnya lebih ramah bagi pesepeda.
Seorang teman menyebut jalur ini sebagai The Great Ocean Cycling Path karena di beberapa tempat jalurnya menyusuri pantai Samudera Hindia.
Satu-satunya jalan untuk tahu seperti apa jalur ini adalah menyusurinya sendiri dengan sepeda.
Maka untuk menghadiri hajatan Jambore Nasional MTB Federal Indonesia ke-2 di Bumi Perkemahan Ranca Upas, Ciwidey, Bandung, saya putuskan menuju lokasi lewat jalur ini.
Kali ini saya ditemani Yose Rizal (44), dedengkot Bike Pe’a, komunitas pesepeda yang gemar bepergian dengan sepeda lalu berkemah.
Sejumlah anggota komunitas ini menuju Ranca Upas lewat berbagai jalur dan cara, namun Rizal tertarik melintasi LSJB bersama saya.
Rizal baru saja berkeliling Sumatera Barat dengan sepeda. Namun ia sempat ragu juga setelah mengamati profil LSJB dan salah satu rekan membatalkan keikutsertaannya.
“Gue jadi sempat bertanya-tanya bisa nggak melewai jalur ini. Apalagi setelah Ari batal ikut. Gue nekat dan pasrah aja dah,” tutur bujangan yang sehari-hari mengurusi usaha warung kelontong di rumahnya.
Selasa (21/10/2014) kami bertemu di perempatan Ciawi sudah pukul 13.00 dan langsung bergerak menuju Bagbagan, Pelabuhan Ratu.
Setelah berjalan sejauh 131 km hingga pukul 20.30 kami tak kunjung tiba.
Badan sudah lelah dan mata mengantuk. Celakanya, lampu yang dibawa Rizal mati dan lampu saya tertinggal di rumah.
Bersepeda malam tanpa lampu itu sungguh tidak benar tapi terpaksa kami lakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/naringgul_20170505_110708.jpg)