Kamis, 23 April 2026

Rayakan 90 Tahun Kolase Kanisius Mendidik Kebinekaan

Kolese Kanisius, di bawah Yayasan Budi Siswa tahun ini merayakan 90 tahun ekesistensinya di dunia pendidikan di Indonesia.

Arie Puji Waluyo
Kolese Kanisius, di bawah Yayasan Budi Siswa tahun ini merayakan 90 tahun ekesistensinya di dunia pendidikan di Indonesia. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Kolese Kanisius, di bawah Yayasan Budi Siswa tahun ini merayakan 90 tahun ekesistensinya di dunia pendidikan di Indonesia.

Didirikan pada tanggal 1 Juni 1927 oleh Imam Katolik dari Ordo Jesuit, hingga kini Kolese Kanisius terus menguatkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan, yang sangat berbeda dengan sekolah lainnya.

Untuk menyambut ulang tahun yang ke-90, serangkaian acara telah dipersiapkan oleh pihak sekolah dan Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ).

Selama sembilan dekade, Kolese Kanisius telah menghasilkan anak bangsa berprestasi, seperti Chatib Basri, Fauzi Bowo, Ricky Pesik, Airlangga Hartarto, Sofyan Wanandi, Peter Gontha, Renald Khasali, Wimar Witoelar, Akbar Tanjung, Sarwono Kusumaatmadja, Ginanjar Kartasasmita, Ade Rai dan masih banyak lainnya.

Kolese Kanisius sendiri telah menerima berbagai macam penghargaan, seperti penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai sekolah berintegritas dalam penyelenggaraan Ujian Nasional.

Kepala Sekolah SMA Kolese Kanisius dan Ketua Panitia Perayaan 90 Tahun Kolese Kanisius, Pater Eduard C Ratu Dopo,SJ mengatakan kalau pendidikan Kanisius terkenal akan kedisiplinanan tinggi, yang berbasis pada pendidikan karakter.

“Angka 90 tentunya merupakan angka yang harus kita syukuri dan kami sangat bersyukur bisa bertahan selama ini. Tujuan dari Kolese Kanisius adalah untuk mendidik dan membimbing siswa berdasarkan Pancasila dalam semangat Katolik, sehingga mereka menjadi rajin, jujur, dan bertanggung jawab terhadap sesama dan bangsa," kata Pater Eduard C. Ratu Dopo,SJ melalui rillis resminya yang diterima Warta Kota, Senin (1/5/2017).

Peter Eduard menambahkan, pihaknya mendidik anak-anaknya dengan agama katolik, sehingga sekolahan tersebut sangat menjunjung tinggi plurarisme dan kebinekaan.

"Kami percaya kebersamaan harus dimulai sejak dini dan nantinya akan terus bertumbuh untuk saling menghargai sesama," ucapnya.

Sekitar sepuluh tahun lagi, Kolese Kanisius telah memasuki usia satu abad. Maka tema umum yang tepat pada perayaan 90 tahun ini adalah 'Bracing the New Century: the past reinvented, the future regenerated'.

"Kami mengusung semangat tersebut, bersama dengan para alumni kami terus menjalin silaturahmi, terus memberikan kontribusi dan menjunjung semboyan kami yaitu Ad Mairoem Dei Gloriam (Demi Lebih Besarnya Kemulian Tuhan)," jelasnya.

Kolese Kanisius Jakarta memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh banyak sekolah di Jakarta, yakni muridnya 100 persen adalah pria.

Ada empat semangat dasar yang sangat dijunjung yaitu 4C: Competence (Kepintaran), Compassion (Kepedulian terhadap sesama), Conscience (hati nurani) dan Commitment (Komitmen).

Berbasiskan pada pendidikan karakter, salah satu visi Kolese Kanisius adalah menempatkan diri sebagai Center of Character Building, tentunya di bidang pendidikan untuk terus meningkatkan kompetensi anak bangsa.

Untuk itulah, Kolese Kanisius, dalam rangka menyambut ulang tahun ke-90 ini, bersama dengan Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ), menyelenggarakan berbagai rangkaian acara dengan tujuan, mengajak seluruh elemen sekolah untuk selalu mengingat sejarah dan menjadikan perayaan 90 tahun sebagai momentum refleksi dan evaluasi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved