Kamis, 23 April 2026

Paus Fransiskus Dukung Mesir Lawan ISIS

Paus Fransiskus mengingatkan ancaman fanatisme agama, saat kunjungannya ke Kairo, Mesir, Sabtu (29/4/2017).

L'Osservatore Romano
Paus Fransiskus mengunjungi Kairo, Mesir, Sabtu (29/4/2017). 

WARTA KOTA, KAIRO - Paus Fransiskus mengingatkan ancaman fanatisme agama, saat kunjungannya ke Kairo, Mesir, Sabtu (29/4/2017).

Dalam lawatannya itu, Paus mendesak para pemimpin Muslim untuk bersatu melawan kekerasan oleh militan ISIS.

Paus Fransiskus berkunjung ke Mesir setelah tiga minggu ISIS melancarkan serangan ke dua gereja Koptik Mesir yang membunuh setidaknya 45 orang.

Kunjungan Paus ini ditujukan untuk menyuarakan kebebasan beragama dan menuduh ekstremis membelokkan sifat Tuhan.

Setelah hari pertama yang padat pertemuan dengan para pemimpin politik dan agama, Paus kemarin memimpin misa di stadion pertahanan udara, yang dihadiri 15 ribu orang.

Banyak orang tiba lebih awal, melambai-lambaikan bendera Mesir dan Vatikan, untuk menyambut Paus Fransiskus. Ia memberkati Mesir sebagai salah satu negara yang paling awal memeluk agama Kristen, dan mengulang permintaannya untuk toleransi.

"Iman sejati memimpin kita untuk melindungi hak-hak orang lain dengan semangat yang sama, dan antusiasme yang kita pertahankan sendiri," kata Paus kepada kerumunan orang di arena yang dijaga ketat aparat keamanan.

Paus juga mendukung Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, berkampanye melawan militan ISIS.

Dalam pesannya, Paus juga mengkritik munculnya pihak nasionalis sayap kanan di Eropa yang mendorong agenda anti-imigran dan anti-Muslim.

Marouan Younis, konsultan politik Muslim kepada pihak mayoritas di DPR Mesir mengatakan, semua orang sangat senang Paus Fransiskus mengunjungi Kairo, dan berharap kehadirannya akan meningkatkan usaha mereka sendiri untuk memerangi terorisme dan mempromosikan perdamaian di negara tersebut.

"Kami mengirimkan sebuah pesan damai di seluruh dunia, dan sekarang ia bersama dengan kami dalam pesan ini. Kita berusaha membangun negara baru dan menyebarkan pesan kepada dunia bahwa kita berada dalam era baru," tuturnya.

"Kita benar-benar memerangi terorisme, pertarungan yang jelas. Kami memiliki banyak masalah di kawasan. Tapi kita berpikir, kita berharap, dan kita berdoa bahwa kita berhasil membangun negara baru," sambung Younis.

"Negara ingin membangun hubungan dengan siapa pun yang ingin menjadi teman mereka. Pidato Paus fantastis, sangat jelas. Dia sangat ramah, membawa harapan dan cinta untuk semua orang. Di Mesir, kita sudah benar-benar memerangi ISIS," paparnya.

Pertarungan melawan ISIS, lanjutnya, sangat sulit. Mesir juga memiliki banyak masalah karena bertempur melawan ide-ide agama.

"Ini adalah pertarungan yang berat, karena ISIS tahu bahwa jika Mesir jatuh, seluruh wilayah akan jatuh," ucapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved