Selasa, 14 April 2026

Kota Kasablanka dan Indonesia Mengajar Gelar Festival Ikut Bekerja

Semangat kerja memajukan pendidikan yang berasal dari desa-desa tersebut ingin ditularkan kepada relawan-relawan yang berada di Kota Jakarta.

Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Feryanto Hadi
Festival ikut bekerja di Kota Kasablanka. 

WARTA KOTA, SETIABUDI -- Yayasan Insonesia Mengajar bersama Mal Kota Kasablanka menggelar Festival Ikut Bekerja dilaksanakan pada tanggal 29 – 30 April 2017 di area Mosaic Walk.

Festival Ikut Bekerja (FIB) adalah wahana yang mengajak semua pihak untuk ikut bekerja memajukan pendidikan Indonesia dengan pendekatan mengembangkan minat baca anak-anak.

Sejak tahun 2010, Indonesia Mengajar mengirimkan 753 Pengajar Muda ke-24 daerah dari Aceh Utara hingga Pegunungan Bintang, Papua. Di 24 kabupaten tersebut ternyata tumbuh taman-taman baca yang diselenggarakan oleh masyarakat desa sebagai dampak dari kehadiran Pengajar Muda.

Semangat kerja memajukan pendidikan yang berasal dari desa-desa tersebut ingin ditularkan kepada relawan-relawan yang berada di Kota Jakarta agar terjadi kesadaran kolektif bahwa di desa dan di kota, seluruh masyarakat sedang beramai-ramai kerja bakti untuk pendidikan Indonesia.

“Melalui FIB, kita bekerja menemani masyarakat di daerah sekaligus mendukung anak-anak untuk terus berprestasi dan juga para penggerak agar terus mengembangkan diri maupun komunitasnya. Caranya sederhana: mengirim buku, surat semangat, puzzle kepingpedia”, ujar Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, Hikmat Hardono.

Di kegiatan ini, kata Hikmat, masyarakat akan berjumpa dengan sesama orang yang semangat bekerja untuk pendidikan.

Proses kerja bakti ini terdiri dari mengemas buku, membalas surat dan membuat puzzle serta ikut bermain ular tangga dan juga flashmob menari bersama dengan para peserta lainnya yang akan diajarkan oleh penari dari Nusantari.

Orang-orang dari berbagai latar belakang sudah ikut mengumpulkan dan menyortir buku.

"Dan di hari ini, mereka juga akan ikut mengemas buku sesuai dengan kebutuhan masing-masing taman baca secara berkelompok. Setelah itu dilanjutkan dengan membalas surat anak-anak yang berasal dari taman- taman baca yang berada di desa-desa penugasan Pengajar Muda," imbuh Hikmat.

Terakhir, masih secara berkelompok, peserta akan membuat puzzle sebagai media pembelajaran aktif anak-anak. Kerja bakti akan dilaksanakan secara bertahap.

Setiap kelompok masing-masing hanya diberikan waktu selama dua jam. Hasil kerja bakti ini akan dikirimkan ke 89 taman baca di 24 kabupaten di seluruh Indonesia.

Pihak Museum Rekor Indonesia pun akan hadir pada kegiatan ini. Ngadri dan Awan Rahargo sebagai Senior Manajer Museum Rekor Indonesia menyatakan kegiatan Festival Ikut Bekerja ini akan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia atas upayanya dalam mengirimkan buku secara serentak dengan jumlah dan tujuan terbanyak, yaitu 10.000 buku ke 89 taman baca di 24 kabupaten di Indonesia.

Pihak Kota Kasablanka, tempat diselenggarakannya FIB pun ikut mendukung terlaksananya kegiatan ini.

“Kami bangga bisa ikut dan menjadi bagian dari acara Festival Ikut Bekerja ini sebagai bentuk dukungan kami untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Lewat kegiatan Festival Ikut Bekerja, tentunya para pengunjung bisa ikut bekerja untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi. Ikut bekerja, ikut bahagia juga” ujar Lusiana, General Manager Kota Kasablanka.

Untuk ikut dalam kegiatan FIB, peserta terlebih dahulu membeli tiket seharga Rp 50.000.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved