Ke Purwodadi, Jangan Lewatkan Swike Cik Ping
Kalau berkunjung ke kota Purwodadi, Jawa Tengah, jangan lewatkan mampir dan mencicipi masakan kodok alias swike Cik Ping.
"Untuk mengenangnya, pikulan itu masih dipergunakan di warung. Kami adalah generasi kelima. Kami buka cabang di Jalan Imam Bonjol, Semarang sejak 1997 dan di Jalan Diponegoro, Yogyakarta sejak 40 tahun lalu," terang Cik Ping kepada Kompas.com, Minggu (23/4/2017) sore.
Reputasi rumah makan 'Cik Ping' yang menyajikan panganan kodok hijau di Purwodadi bukan isapan jempol belaka.
Dalam kurun sehari, rumah makan yang berada di jantung kota Purwodadi ini bisa menghabiskan 50 kilogram paha kodok hijau yang telah diramu.
Bahan utama hidangan ini adalah kaki kodok dengan dibumbui jahe, bawang putih, garam, lada dan tauco.
Swike dihidangkan dengan perasan jeruk nipis, taburan bawang putih goreng, dan daun seledri.
Agar lebih lengkap, swike biasanya dinikmati dengan nasi putih.
Hal istimewa dari swike olahan Cik Ping adalah kekuatan kuahnya serta meresapnya bumbu pada daging kodok.
Cik Ping menyisipkan ramuan rahasia dalam menciptakan tauco sebagai bahan dasar membuat swike.
Tauco sendiri merupakan hasil fermentasi kedelai hitam atau kuning dan penambahan larutan garam.
"Swike kami istimewa pada tauconya. Kami juga memilih kecap yang berkualitas untuk memadukan rasa manis pada kuah. Untuk yang berselera pedas, kami sediakan ulek'an cabai," pungkas Cik Ping.
Harganya cukup terjangkau menyesuaikan rasa lezatnya. Swike kuah dihargai Rp 20.000 per porsi.
Ada pula pepes berisi telur, jeroan dan daging kodok berbalut daun pisang dijual Rp 10.000 per bungkus.
Kodok goreng tepung atau mentega Rp 25.000 per porsi. Tongseng dan rica kodok Rp 25.000 per porsi serta Rambak atau kerupuk kulit kodok Rp 4.000 sebungkus.
"Enak banget olahan kodok di sini terutama swike kuahnya. Bumbu yang disajikan meresap ke dalam daging kodok dan kuahnya enak. Perpaduan, manis, asam, asin dan pedas. Saya bersama keluarga dan teman-teman sering jajan di sini. Pokoknya nendang di lidah mas," kata Cahya Wandita Kusuma (28), seorang pengunjung, warga Jagalan, Purwodadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/swike-cik-ping_20170425_143234.jpg)