Simpang Susun Semanggi Ditargetkan akan Tersambung di Akhir April 2017
Saat ini, kontraktor dari PT Wijaya Karya akan melakukan pengangkatan beton dari Cawang ke Bunderan Hotel Indonesia.
WARTA KOTA, SEMANGGI -- Pembangunan Simpang Susun Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (16/4/2017) terus dikerjakan.
Saat ini, kontraktor dari PT Wijaya Karya (Wika) akan melakukan pengangkatan beton dari Cawang ke Bunderan Hotel Indonesia atau tepatnya di atas tol dalam kota.
Kepala Seksi Pembangunan Simpang Tidak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hananto Krisna menjelaskan bahwa pembangunan simpang susun Semanggi terus dikebut.
"Simpang Semanggi masih terus dikerjakan. Saat ini mulai pengangkatan precast segmental box girder untuk ramp dari cawang ke bundaran HI di atas jalan tol dalam kota," kata Hananto saat dihubungi Warta Kota di Jakarta, Minggu (16/4/2017).
Dia mengatakan bahwa bentang sisi depan GKBI atau depan Hotel Sultan merupakan bentang terakhir yang akan menyambungkan semua simpang.
Di mana, penyambungan itu sangat krusial dalam tahap pengerjaannya sepanjang 80 meter.
"Itu loop-nya. Pengangkatan balok jembatan sisi trakhir karena sisi yang paling krusial dalam pengerjaannya karena membentang di atas Jalan Sudirman dan Jalan tol dalam kota Jakarta. Krusial karena bentang paling panjang," kata dia.
Kemudian, kata dia, nantinya semua simpang susun Semanggi akan tersambung pada akhir April 2017 mendatang. Karena sudah dilakukan pengangkatan balok jembatan di sisi akhir yaitu bentang di depan Gedung GKBI belok ke arahb kiri dari arah Grogol ke Bunderan Hotel Indonesia.
"Dalam beberapa hari ke depan akan tersambung," kata dia.
Jembatan Semanggi mulai dibangun pada 1961. Ketika Presiden Soekarno telah mantap dengan idenya untuk membangun sebuah stadion olahraga megah di kawasan Senayan, Ir Sutami mengusulkan membangun jembatan guna mengatasi kemungkinan munculnya persoalan kemacetan lalu lintas.
Sutami, yang kala itu menjabat Menteri Pekerjaan Umum (PU), memunculkan ide itu dalam rapat kabinet.
Dia mengaku, khawatir kemacetan lalu lintas bakal timbul jika ada acara besar di Senayan.
" Jembatan Semanggi yang lama pada masanya menggunakan teknologi beton yang paling update, menggunakan precast. Kemudian pada zaman Pak Harto, Simpang Semanggi ini dikembangkan, ada tol dalam kota. Nah, terus pada zaman Pak Jokowi dan Pak Ahok ini disempurnakan," ujar Deputi General Manager Superintendent Proyek Simpang Susun Semanggi dari Wijaya Karya, Dani Widiatmoko.
Berbeda dari jembatan pada umumnya di Ibu Kota dan Indonesia, Simpang Susun Semanggi memiliki dimensi XYZ, atau tiga dimensi, yakni memiliki ramp on dari bawah kemudian membentang dengan melingkar, dan ramp off atau turunan. Adapun jembatan ini didesain oleh Jodi Firmasyah, ahli jembatan dari ITB yang pernah merancang Jembatan Barelang yang kini jadi ikon Pulau Batam.
Simpang Susun Semanggi yang rencananya akan jadi ikon Jakarta kedua setelah Monas tak hanya menyimpan kecanggihan, tetapi estetika dengan makna personal bagi Jakarta. Salah satu estetika yang akan dinikmati warga nantinya adalah pencahayaan lampu warna-warni di sepanjang bentangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/susun_20170416_143021.jpg)