Novel Baswedan Diteror
KPK Juga Tingkatkan Pengamanan Data dan Aset, Termasuk Sistem Komputer Serta Alat Komunikasi
Novel Naswedan harus dibawa ke Singapura untuk menjalani perawatan intensif, terutama di bagian kornea matanya.
Penulis: |
WARTA KOTA, DUREN TIGA - Ancaman bagi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang silih berganti.
Peristiwa teranyar, wajah penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras. Novel Naswedan harus dibawa ke Singapura untuk menjalani perawatan intensif, terutama di bagian kornea matanya.
Menyikapi hal ini, Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan, bakal ada peningkatan pengamanan bagi personel penyidik, penyelidik, hingga ke penuntut umum KPK.
Ini dilakukan karena pihaknya tidak ingin keselamatan para karyawan KPK menjadi taruhan dalam memberantas korupsi.
"Kami sudah bicarakan bagaimana nanti protokolnya. Peningkatan pengamanan bukan hanya ke personel, tapi juga ke data dan aset-aset KPK. Itu semua nanti akan ada protokolnya," ungkap Agus, ditemui di markas Slank, Potlot, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017) malam.
Terpisah, saat dikonfirmasi soal penyerangan bagi KPK tidak hanya secara fisik tapi juga melalui sistem peretasan pada alat komunikasi para penyelidik dan penyidik, di mana seluruh pembicaraan mereka bisa dikloning, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengaku belum mengetahui hal itu. Pihaknya berharap penyerangan melalui sistem elektronik tidak terjadi.
"Kami belum bisa pastikan penyerangan dilakukan juga secara elektronik. Kami sungguh-sungguh menjaga semua perangkat komputer, alat komunikasi milik KPK agar aman. Kami minta pihak lain jangan ada upaya menggagalkan atau merusak sistem komunikasi yang aman di KPK," tutur Laode M Syarief. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/agus-rahardjo-jenguk-novel-baswedan_20170413_113123.jpg)