Sindikat Narkoba
Pabrik Sabu Rumahan Cinere Akan Hasilkan 20 Kg Sabu
Dari sekitar 30 kg sampai 40 kg prekursor yang disita, berpotensi menghasilkan sabu, setengahnya yakni antara 15 kg sampai 20 kg.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK -- Empat pelaku yang akan memproduksi narkoba jenis sabu di rumah salah satu pelaku yakni Hidayatulloh (33) alias Dayat, di Jalan Ismaya, RT 3/8, Nomor 13, Cinere, Depok diperkirakan akan menghasilkan atau memproduksi sabu hingga sebanyak 20 kg sebelum dibekuk.
Hal itu terlihat dari banyaknya bahan kimia pembuat sabu atau prekursor yang diamankan BNN dari rumah itu dan tiga rumah lainnya, yakni dua rumah, di Cinere dan satu rumah kontrakan di Bedahan, Sawangan, Depok.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakam semua bahan prekursor yang didapat pihaknya dalam kasus ini, masih terserak dan terpisah-pisah.
Jika ditotal, berat bahan prekursor yang diamankan pihaknya kata Arman sebanyak 30 kg sampai 40 kg.
"Kalau ini diolah menjadi sabu, maka biasanya hasilnya, 2 bahan berbanding satu hasil produksi. Jadi hitung saja sendiri," kata Arman.
Dengan begitu maka dari sekitar 30 kg sampai 40 kg prekursor yang disita, berpotensi menghasilkan sabu, setengahnya yakni antara 15 kg sampai 20 kg.
"Namun untuk memproduksi sabu, butuh waktu minimal 56 jam memasaknya, dan tidak bisa sekali banyak" kata Arman.
Sementara dari peralatan yang ada dalam kasus ini, Arman menilai produksi tidak besar karena tidak dapat sekali produksi untuk bahan prekursor yang banyak.
"Jadi ini sebenarnya skalanya baru skala rumahan saja," kata Arman.
Namun kata dia, pelaku produksi narkoba cenderung akan memproduksi semakin besar jika merasa sudah bisa memproduksi bahan yang dianggap berkualitas.
"Dari penyelidikan, kami perkirakan mereka sudah 6 bulan ini mencoba memproduksi sabu, namun tempatnya berpindah-pindah," kata Arman.
Mengenai seberapa banyak sabu yang sudah diproduksi dan diedarkan, Arman mengaku masih akan mendalaminya lebih jauh.
"Masih akan kami dalami lagi untuk itu,"kata Arman.
Namun ia menduga, selama 6 bulan ini, produksi sabu yang dihasilkan kelompok ini kualitasnya tidak bagus atau bahkan bisa gagal.
Sebab. ahli masak sabu mereka, yakni Syamsul Bahri, baru didatangkan dari Aceh, Minggu (9/4/2017) dan langsung dibekuk BNN, Senin (10/4/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170412pabrik-sabu-rumahan-cinere-akan-hasilkan-20-kg-sabu_20170412_051958.jpg)