Pemkot Depok Selidiki Ambruknya Plafon SDN Sawangan 02
Investigasi kata Pradi untuk melihat apakah ambruknya plafon akibat kualitas pengerjaan bangunan yang tidak memadai ataukah adakah hal lain.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengaku akan menurunkan tim untuk menyelidiki dan menginvestigasi penyebab utama ambruknya plafon Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sawangan 02, yang baru diketahui pihak sekolahn Rabu (5/4/2017).
Investigasi kata Pradi untuk melihat apakah ambruknya plafon akibat kualitas pengerjaan bangunan yang tidak memadai ataukah adakah hal lain.
"Sebab konstruksi bangunan untuk plafon itu harus ada hitungan yang benar. Penahannya apa dan berapa, bentangan panjannya harus berapa, ketebalan berapa dan semuanya. Ini yang akan dilihat dan harus dievaluasi lagi," kata Pradi.
Menurutnya, untuk saat ini Pemerintah Kota Depok sangat ketat dalam pengawasan pengerjaan dan pembangunan gedung sekolah.
Karenanya menurut dia, pembangunan terakhir sekolah yang plafonnya ambruk sekitar tahun 2012 lalu, memang belum dalam kapasitas pihaknya saat memimpin Depok.
Namun atas kejadian tersebut, Pradi meminta pihak sekolah lainnya di Depok, agar segera melaporkan ke UPT dan dinas terkait bila memang menemukan adanya tanda-tanda kerusakan bangunan. "Supaya jangan sampai siswa jadi korban," kata dia.
Ia mengatakan untuk plafon SDN Sawangan 02 yang ambruk sudah menginstruksikan Disdik Depok untuk segera menginventarisir kerusakan dan menyiapkan anggaran perbaikan secepatnya.
Seperti diketahui, plafon atau langit-langit ruang kelas VI A di lantai 2 Sekolah Dasar Neger (SDN) Sawangan 02, di Jalan Muchtar, RW 02, Sawangan, Depok, ambruk seluruhnya menimpa meja dan bangku kelas.
Ambruknya plafon di ruang kelas ini diketahui penjaga sekolah saat membuka ruangan kelas, Rabu (5/4/2017) pagi.
Diduga plafon ambruk, Selasa (4/4/2017) malam saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Sawangan, Depok.
Tamit penjaga sekolah di SDN Sawangan 02 menuturkan saat ia membuka ruang kelas VI A, kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Sebab plafon ruangan yang terbuat dari campuran semen telah ambruk menimpa seluruh meja dan bangku di dalam kelas.
"Begitu saya buka ruang kelas, sekitar jam 06.15, kondisi plafon sudah ambruk. Kemungkinan ambruknya, Selasa malam, waktu ada hujan deras dan angkin kencang," kata Tamit, Rabu siang.
Menurut Tamit, selain ruang kelas VI A yang plafonnya ambruk, kondisi plafon di ruang kelas VI B di sebelahnya juga sangat rawan. Di sana, beberapa bagian plafon tampak retak dan sewaktu-waktu bisa nyaris ambruk.
"Makanya tadi, dua ruang kelas tidak dipakai belajar," kata Tamit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170405-ambruk-sdn-sawangan_20170405_205459.jpg)