Beji Guwang, Ngarai Suci Pulau Bali
Di Gianyar, Bali, ada Beji Guwang, bentukan alam berupa ngarai yang disucikan warga setempat. Keindahan tersembunyi itu kini menjadi magnet wisatawan.
Para pemancing
Dari kegemaran berswafoto pula, Hidden Canyon Beji Guwang mulai ditemukan. Semua berawal pada tahun 2015, ketika para pemancing mulai mengunggah foto lokasi memancing mereka di media sosial, seperti Instagram.
Keindahan sungai di Beji Guwang lantas menarik hati seorang fotografer profesional yang kemudian mempromosikan keindahan ngarai-ngarainya.
Setelah ramai di media sosial, kunjungan wisatawan ke sungai tersebut tiba-tiba meningkat. Kepala desa kemudian meminta pemuda desa untuk membersihkan tepian sungai dan mulai mengelolanya sebagai salah satu tujuan wisata baru di Bali.
Beberapa wisatawan asing segera saja menjajal lokasi ini dan mengunggah video perjalanan di Youtube sehingga Hidden Canyon Beji Guwang makin mendunia.
Lokasi ini tak jauh dari Denpasar, hanya 15-20 menit ke arah timur. Banyak wisatawan yang penasaran dengan susur ngarai di Hidden Canyon Beji Guwang.
Wisatawan asing lebih banyak berkunjung pada hari biasa, sedangkan wisatawan lokal membeludak pada akhir pekan.
Dalam sehari, setiap pemandu wisata bisa 2-3 kali menemani wisatawan menyusuri ngarai. Buka dari pukul delapan pagi hingga enam sore, jumlah pengunjung bisa mencapai 300 orang per hari.
Hidden Canyon tak menerima tamu pada malam hari.
Bahkan, ketika beberapa wisatawan asing setengah memaksa ingin turun ke sungai sesaat sebelum tutup, pemandu, seperti Komang Bayu, dengan ramah menolak mereka.
Sungai juga ditutup sementara jika ketinggian air di bendungan di bagian hulu naik.
Utamakan keselamatan, pengunjung bisa tenang dan bahagia tanpa waswas kala rekreasi di sungai tersembunyi Pulau Bali. (Mawar Kusuma/Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 18 Maret 2017, di halaman 23 dengan judul "Ngarai Suci Pulau Bali".)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/beji-guwang_20170327_100359.jpg)