Polisi Periksa Kuku Terduga Pembunuh Mahasiswi Universitas Esa Unggul
Polisi mencurigai satu orang yang diduga sebagai pembunuh Tri Ari Yani Puspa Ningrum (22), mahasiswi Universitas Esa Unggul.
Namun, saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadao barang bukti yang diduga milik pelaku pembunuhan.
"Yang jelas, saat ini kami sedang menunggu hasil test DNA yang menempel di barang bukti tersebut," kata Andi.
Diberitakan sebelumnya, Arum ditemukan terbunuh di kamar mandi rumah kosnya di Jalan Kebon Jeruk RT 8/11, Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (9/1/2017).
Ketika ditemukan tubuh Arum bersimbah darah.Hingga kini polisi terus mengumpulkan sejumlah barang bukti guna mengungkap kasus pembunuhan tersebut
Perdalam Karakter Arum
Polisi memperdalam karakteristik Tri Ari Yani Puspa Ningrum (22), mahasiswa Universitas Esa Unggul yang terbunuh di kamar kosnya.
Hal itu dilakukan untuk memetakan seperti apa pergaulan Arum. Sehingga polisi bisa mendapatkan gambaran soal pembunuhnya.
"Kami menambah dua saksi lagi untuk mengetahui karakteristik korban. Teman kantornya yang jadi saksi tambahan kami," kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, Ajun Komisaris Andry Rodatama ketika dihubungi Wartakotalive.com, Jumat (13/1/2017).
Sementara itu, polisi sudah mengambil rekaman kamera CCTV dari sebuah rumah yang berseberangan dengan rumah kos Arum di Jalan H.Asmat Ujung, Komplek Kebon Jeruk, Kecamatan Kebonjeruk, Jakarta Barat.
Namun rekaman kamera CCTV itu belum bisa dilihat oleh polisi. Pemiliknya lupa password CCTV tersebut.
"Kami sedang koordinasi dengan ahli untuk membuka dan melihat rekaman CCTV itu," ujar Andry.
Lokasi pembunuhan itu berada di ujung jalan dan bisa keluar dari sana melalui tiga jalan berbeda.
Jalan keluar pertama bisa melalui Komplek Kebonjeruk. Jalur lari ini bisa terpantau lewat kamera CCTV yang sudah diambil polisi.
Jalan keluar kedua adalah lewat Jalan H.Asmat yang berada di belakang rumah kos.
Di jalan itu ada sebuah rumah kos yang memasang kamera CCTV ke arah jalan. Tapi polisi tak bisa berbuat banyak, sebab kamera CCTV disana rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/arum_20170109_184734.jpg)