Rabu, 15 April 2026

Sekolah di Jakbar Ditarget Hanya Hasilkan Setengah kilogram Sampah per Bulan

Program bank sampah di sekolah-sekolah di Jakarta Barat kini tengah digencarkan.

Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Bank sampah induk di Perumahan Sudin Kebersihan di kawasan Bambu Larangan, Jakbar.(Foto: Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

WARTA KOTA, GROGOL PETAMBURAN -- Program bank sampah di sekolah-sekolah di Jakarta Barat kini tengah digencarkan.

Setiap sekolah ditarget nantinya hanya menghasilkan sampah setengah kilogram, tiap bulan.

Tahun 2017, total sudah sebanyak 20 sekolah mengaktifkan bank sampah. Ke-20 sekolah terdiri dari SD, SMP, dan sekolah menengah.

Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat dan Penaatan Hukum Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Tuti Ernawati, mengatakan, sebanyak 20 sekolah di Jakarta Barat jadi percontohan awal.

Bank sampah induk di Perumahan Sudin Kebersihan di kawasan Bambu Larangan, Jakbar.(Foto: Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw)
Bank sampah induk di Perumahan Sudin Kebersihan di kawasan Bambu Larangan, Jakbar.(Foto: Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw) (Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Tuti mengatakan, siswa di 20 sekolah diwajibkan menyetor sampah ke bank sampah di sekolahnya masing-masing.

"Jadi siswa-siswa ini diwajibkan membawa sampah dari rumahnya ke sekolah, serta memunguti sampah yang ada di lingkungan sekolah," kata Tuti ketika ditemui Wartakotalive.com di ruang kerjanya, Selasa (14/3/2017).

Selanjutnya, kata Tuti, bank sampah di sekolah mesti menjual sampah ke bank sampah induk milik Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat (Sudin LH Jakbar).

Bank sampah induk Sudin LH Jakbar baru dilaunching pada Senin (13/3/2017) dan membawahi 85 bank sampah. Belum termasuk 20 bank sampah sekolah yang baru mulai dibentuk.

Tuti mengatakan, hasil dari bank sampah di masing-masing sekolah akan disimpan dan dikelola para siswa dengan dibina guru.

"Hasil penjualan nantinya akan digunakan untuk kegiatan siswa. Misalnya membeli alat-alat untuk kegiatan atau apapun," kata Tuti.

Di DKI Jakarta, ucap Tuti, satu-satunya sekolah yang sudah mengelola bank sampah dengan baik adalah Santa Ursula di Jakarta Pusat.

Bahkan penghasilan Santa Ursula dari bank sampah sudah mencapai Rp 18 juta dalam 1 tahun.

Bank sampah induk
Sementara itu, Bank sampah induk di Jakarta Barat (Jakbar) memperoleh pendapatan Rp 878.000 di hari pertamanya beroperasi, Senin (13/3/2017).

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakbar menempatkan bank sampah induk di Perumahan Sudin Kebersihan di Bambu Larangan, Jakbar.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved