Senin, 13 April 2026

Begini Tanggapan Para Pedagang Liar di Jalan Swasembada Timur XXI

Rata-rata, para pedagang di pinggir Jalan Swasembasa Timur XXI berdagang bumbu masakan hingga sayur mayur dan berbagai jenis dagangan lain di lokasi.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Suasana pasar liar atau tak resmi di pinggir Jalan Swasembada Timur XXI yang sepi, Senin (6/3). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Para pedagang di Pasar Tradisional Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengeluh terkait sepinya pembeli lantaran adanya keberadaan pasar liar atau tak resmi di pinggiran jalan di Jalan Swasembada Timur XXI, Tanjung Priok, Senin (6/3/2017).

Mengetahui hal tersebut, di pasar liar Swasembada Timur itu, para pedagang pun menanggapi keluhan pedagang yang ada di Pasar Kebon Bawang.

Terpantau, pasar liar atau tak resmi di pinggir Jalan Swasembada Timur XXI itu sepi. Diketahui, pasar liar di sepanjang bibir jalan itu buka jam 06.00 WIB hingga jelang siang hari.

Suasana pasar liar atau tak resmi di pinggir Jalan Swasembada Timur XXI yang sepi, Senin (6/3).
Suasana pasar liar atau tak resmi di pinggir Jalan Swasembada Timur XXI yang sepi, Senin (6/3). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Rata-rata, para pedagang di pinggirJalan Swasembasa Timur XXI berdagang bumbu masakan hingga sayur mayur dan berbagai jenis dagangan lain di lokasi.

"Oh kalau pasar di sini memang sudah ada ya cukup lama pak. Paling padat, ramai sesak ya datang pagi-pagi buta. Ini Jalan Swasembada Baratnya pasti macet. Sebab, jalannya ketutup sama kendaraan pengunjung pasar. Warga itu, harus menyeberang kali. Ya sembarangan aja markirnya. Makanya sering macet. Tetapi para warga di sini, jikalau belanja kebutuhan dapur ramainya di Pasar Swasembada Timur XXI itu pak," kata Aiman (30), warga Kelurahan Kebon Bawang.

Aiman mengatakan, terbilang cukup terganggu akan keberadaan para pedagang pasar di bibir Jalan Swasembada XXI tersebut.

Mereka, menurut Aiman, membuat Jalan Swasembada Barat Raya macet, bahkan sering membuat kotor saluran penghubung, di sebelah pasar tersebut.

"Memang sih pak, saya enggak setuju juga ya pasar liar di pinggir kali. Mirip seperti pasar di Jalan Bendungan Melayui Plumpang Semper itu loh pak. Jorok, jalan jadi sempit juga akibat pengunjung pasar mau enggak mau markirin kendaraannya di pinggir jalan. Tertibkan? Saya sih setuju pak. Biar bersih," paparnya.

Sementara itu, pedagang pakaian yang berada di Jalan Swasembada Timur XXI menanggapi sinis.

Suasana pasar liar atau tak resmi di pinggir Jalan Swasembada Timur XXI yang sepi, Senin (6/3).
Suasana pasar liar atau tak resmi di pinggir Jalan Swasembada Timur XXI yang sepi, Senin (6/3). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Keluhan para pedagang di Pasar Kebon Bawang tersebut merupakan rasa dengki dan iri semata.

"Kalau situ pedagang ya, situ mau mencarikan lokasi ramai pembelinya apa sepi? Pasti ramai kan? Jadi alasan saya sebagai pedagang, juga karena hal itu pak. Biarkan saja, kami dagang di sini (Swasembada Timur XXI). Ya pedagang di Pasar Kebon Bawang itu kan bodoh. Sudah tahu sepi, ngapain juga bertahan di sana. Jika di sini, empat sampai tujuh kaos juga laku pak dan kalau di sana (Pasar Kebon Bawang) sepi dan panas pengap pula. Kalau Iri dengki itu ya jangan dipelihara. Jadi lah pedagang pintar ya pak. Bilangin saja ke mereka," kata Jamal (40) di Jalan Swasembada Timur XXI.

Menaggapi soal berdagang di pinggir kali dan Jalan Swasembada Timur XXI itu melanggar aturan tata tertib, Jamal saat itu cukup santai menanggapinya.

Pria bertopi ini pun, akui tak akan bisa ditertibkan.

"Bos, kita di sini sewa lapak Rp 300-an ribu itu per-bulannya bos. Lagi pula, lahannya itu juga kita sewa dari seseorang pemilik lapak. Malah lapaknya lapak pribadi bos. Kalau pun dibilang salah, kami lawan balik. Kita bayar sewa, juga kami berdagangnya dekat di Kantor Kelurahan Kebon Bawang. Mau mengusik? Sudah lah ya, pasar di sini (Swasembada Timur XXI), sudah lama ada pak. Jadi orang kelurahannya pasti sudah paham juga," paparnya kemudian pergi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved