Sabtu, 30 Mei 2026

Siswa SMK Bunda Kandung Terlibat Tawuran Digunduli

Kelima siswa tersebut masing-masing DA (17) kelas XII, RR (17) kelas XII, FA (16) kelas XI, IH (16) kelas XI, serta MF (16) kelas XI.

Tayang:
Warta Kota/Gopis Simatupang
Kepala lima siswa SMK Bunda Kandung yang terlibat tawuran maut digunduli, Senin (27/2/2017). 
WARTA KOTA,  PASAR MINGGU -- Lima orang siswa SMK Bunda Kandung, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang ikut tawuran di bawah fly over Pasar Rebo, Jakarta Timur, 14 Februari lalu, mendapat hukuman dari pihak sekolah.
Kepala mereka digunduli.
Kelima siswa tersebut masing-masing DA (17) kelas XII, RR (17) kelas XII, FA (16) kelas XI, IH (16) kelas XI, serta MF (16) kelas XI.
Saat tawuran pecah, ada enam siswa SMK Bunda Kandung yang terlibat, namun salah satunya tewas mengenaskan, yakni Ahmad Andika Bagaskara (17), seorang siswa kelas XI.
Saat Warta Kota menyambangi SMK Bunda Kandung, kelima siswa tersebut tampak sedang memegang alat bersih-bersih seperti sapu dan pel.
Berbeda dengan siswa lain yang mengenakan seragam putih abu-abu, mereka justru memakai seragam praktik warna gelap.
Bagian kepala mereka juga kompak pelontos.
Saat coba didekati, mereka hanya menundukkan kepala dan memilih pergi menghindar. Mereka pun jadi pusat perhatian siswa lain yang kala itu tengah melaksanakan try out Ujian Nasional (UN).
"Mereka memang sedang kita hukum karena ikut-ikutan tawuran. Saya sangat menyesal sekali," ujar Sutiadi, Kepala Sekolah SMK Bunda Kandung, saat ditemui Warta Kota, belum lama ini.
Sutiadi menuturkan, sebenarnya pihak sekolah sudah sangat geram karena siswanya terlibat tawuran yang sampai menghilangkan nyawa salah satu anak didiknya.
Bahkan, pihak sekolah berpikir untuk memberikan sanksi paling berat. Namun, kata Sutiadi, pihak sekolah masih menunggu proses penyidikan polisi.
"Sebenarnya, saya sudah mau keluarkan mereka dari sekolah. Tapi itu harus melalui rapat dewan guru dan kita masih tunggu hasil penyidikan di kepolisian," bilang Sutiadi.
Sambil menunggu penyidikan polisi, kata Sutiadi, pihaknya memberikan hukuman pembinaan seperti membersihkan area sekolah mulai dari halaman, ruang kelas, hingga toilet.
"Kita menunggu kepolisian, kalau terbukti ikut kita akan keluarkan," katanya.
Untuk diketahui, enam siswa SMK Bunda Kandung bergabung dengan siswa SMK Budi Murni 4, Jakarta Timur, melawan gerombolan siswa dari SMK Adi Luhur 2, Jakarta Timur.
Tawuran berdarah pecah di bawah fly over Pasar Rebo hingga menewaskan Ahmad Andika Bagaskara (17), salah satu siswa SMK Bunda Kandung.
Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved