Contra Flow Diberlakukan Untuk Antisipasi Kemacetan Akibat Pembangunan LRT

Hal ini dikarenakan kepadatan arus lalu lintas saat pagi hari tidak ditopang dengan jumlah ruas jalan yang digunakan untuk pembangunan proyek Jalan LR

Contra Flow Diberlakukan Untuk Antisipasi Kemacetan Akibat Pembangunan LRT
Warta Kota/Bintang Pradewo
Jalan yang digunakan proyek LRT dan fly over Pancoran 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Pemberlakuan contraflow di ruas Tol Dalam Kota (Cawang-Semanggi) dimulai pada Km 1+700 Cawang hingga Km 8+100 Semanggi mulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB dianggap menjadi solusi kemacetan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Hal ini dikarenakan kepadatan arus lalu lintas saat pagi hari tidak ditopang dengan jumlah ruas jalan yang digunakan untuk pembangunan proyek Jalan Layang Pancoran (JLP) dan Light Rail Transit (LRT).

Kepala Subdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto menuturkan kebijakan itu diambil untuk mengantisipasi kemacetan panjang, terkait dampak pembangunan proyek Jalan Layang Pancoran (JLP) dan Light Rail Transit (LRT). "Karena ada dua pembangunan itu maka ruas jalanan menjadi macet," kata Budiyanto saat dihubungi di Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (12/2).

Menurutnya, melalui contraflow juga diharapkan dapat menguraikan kepadatan di Simpang Susun Cawang akibat pertemuan lalu lintas dari arah Jagorawi, Cikampek, dan Tanjung Priok yang mencapai kurang lebih 100.000 kendaraan setiap harinya. "Rekayasa dalam bentuk contra flow sebagai salah satu jawaban, termasuk penempatan anggota pada jam-jam rawan," tutur dia.

Pengguna jalan Tol Dalam Kota yang menuju Semanggi dan sekitarnya dapat keluar melalui exit/off ramp MPR/DPR setelah Semanggi. Hal ini dilakukan agar arus lalu lintas di sekitaran Pancoran bisa sedikit terurai kemacetannya. "Makanya dengan contra flow kendaraan keluar di out ramp di DPR dan Slipi sehingga mengurangi volume kendaraan disekitar Pancoran," ucapnya.

Bisa Satu Jam

Pantauan di lapangan, contra flow sendiri untuk para pengguna Jalan Tol Dalam Kota. Sementara untuk pengendara yang tidak menggunakan jalan tol akan merasakan kemacetan pada jam sibuk.

Karena sepanjang sekitar 1 kilometer dari arah Cawang sampai Pancoran arah ke Semanggi sudah terbangun pagar seng dari pengerjaan proyek LRT dan fly over Pancoran. Untuk proyek LRT sendiri satu badan jalan.

Salah seorang pengendara mobil Daihatsu Xenia, Adji (28) mengatakan kemacetan di dalam tol dalam kota sudah dirasakan sejak dari arah Cawang. Karena pembangunan LRT sendiri sudah memakan beberapa badan jalan. "Dulu bisa satu jam sendiri keluar dari Cawang. Sekarang sudah sedikit lumayan," kata bapak satu orang anak itu.

Dia berharap pembangunan dapat selesai dengan cepat. Sehingga, kemacetan bisa teratasi. Apalagi, jalan tol diketahui jalan bebas hambatan karena masyarakat harus merogoh kocek. Namun, kenyataanya masih ada kemacetan saat berada di dalam tol.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved