Sabtu, 18 April 2026

Program Kartu Bebas Ngamen Tak Dianggarkan, IMJ Tetap Fokus Bina Pengamen

IMJ tetap menjalankan program yang dilaunching Pemkot Depok April 2016 lalu ini, meski tanpa dukungan yang jelas dari Pemkot Depok.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sosialisasi mandiri IMJ ke pengamen di Depok soal Depok Super Card. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Meski program Depok Support Performer Card (Depok Super Card) atau Kartu Bebas Ngamen bagi para musisi jalanan di Depok, tidak dianggarkan di tahun 2017 ini oleh Pemkot Depok, Institut Musik Jalanan (IMJ), sebuah komunitas penggagas program ini, tidak berputus asa.

IMJ tetap menjalankan program yang dilaunching Pemkot Depok April 2016 lalu ini, meski tanpa dukungan yang jelas dari Pemkot Depok.

"Kami tetap jalankan secara mandiri program ini, dengan fokus pada sosialisasi program, penjangkauan pengamen dan pembinaan," kata Pendiri IMJ, Andi Malewa kepada Warta Kota, Senn (23/1/2017).

Menurutnya dukungan baru didapatnya dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Seni dan Budaya (Disporparsenbud) Depok berupa 5 set alat musik.

"Sementara dinas lain yang terkait belum ada sama sekali, Sebab memang tidak dianggarkan," katanya.

Seperti diketahui, meski telah dilaunching Pemkot Depok sejak April 2016 lalu, ternyata program Depok Support Performer Card (Depok Super Card) atau Kartu Bebas Ngamen bagi para musisi jalanan di Kota Depok, tidak dianggarkan di tahun 2017 ini.

Ini berarti anggaran program tersebut tidak diusulkan oleh Pemkot Depok ke legislatif untuk disiapkan di 2017 ini.

Pendiri Institut Musisi Jalanan (IMJ), Andi Malewa, yang merupakan pengagas program ini, mengatakan, tidak dianggarkannya program Kartu Bebas Ngamen oleh Pemkot Depok untuk tahun ini, diketahui setelah pihaknya bertemu dengan salah satu Kasie dari Dinsos Depok yang diutus menemui dirinya, pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, kata Andi, dirinya menjelaskan program tersebut ke Dinsos Depok sebagai pengganti rencana presentasi dirinya di hadapan Kadinsos Depok, yang batal.

Sebab Kadinsos Depok, Kania Parwanti, masih belum memiliki waktu yang tepat untuk mendengar presentasi dari IMJ.

"Ternyata program ini tidak dimasukkan di dalam anggaran di Dinsos Depok di tahun ini, oleh Kadis Dinsos yang lama," kata Andi.

Padahal kata Andi, dalam program Kartu Bebas Ngamen tersebut, untuk penjangkauan, sosialiasi dan pembinaan para pengamen merupakan wilayah kerja dan tugas Dinsos Depok.

Meski begitu, kata Andi, pihaknya mencoba menyiapkan langkah teknis program, yang bisa dimatching dengan program yang sudah dianggarkan oleh Dinsos Depok di tahun ini.

Ini dikarenakan program Kartu Bebas Ngamen tidak dianggarkan secara khusus dan tersendiri.

Andi mengaku cukup menyayangkan mengapa anggaran program ini tidak diusulkan tahun lalu, agar bisa dilakukan tahun ini.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved