Media Sosial
Video Petugas KRL Salat Sambil Duduk Jadi Viral, Ini Komentar Netizen
Meski mendapat perdebatan, namun hal yang dilakukan oleh petugas itu mendapat banyak pujian dari netizen.
aldi_yo12 : Kereta jurusan manakah ini.... Respect
wahyuadi.wa35 : Mantap! Seharusnya setiap walka yang beragama Islam tuh seperti itu
bibingsss_ : Jadi merasa berdosa pernah ninggalin solat
ramaamoooy : Kembali lagi kepada hati, niat, dan usaha sah atau tidaknya biar allah yg menentukan hehe
raditvanagus : Pertahankan iman dan ketakwaan mu.. @Eka muhajir.
rantiyndr@bibingsss_ @dessylinda.dl MasyaAllah bersyukur kita yg masih punya banyak waktu buat sholat yaa jangan ada alasan lagi buat ninggalin sholat #selfriminder
Awal persahabatan
Semua berawal dari sebuah ponsel bekas yang jatuh di gerbong KRL--lebih tepatnya gerbong kereta api yang nantinya bertransformasi menjadi kereta KRL.
Setelah itu lahirlah persahabatan dua orang beda negara: Shota Noda (21) dari Jepang dan Syahri Rochmat (24) dari Indonesia.
Shota, yang merupakan mahasiswa dari Zama, Prefektur Kanagawa, kehilangan ponselnya di kareta Nanbu Line, yang melayani rute Stasiun Kawasaki-Stasiun Tachikawa di Tokyo, pada akhir 2015.
Ponsel itu baru ditemukan pada Juli 2016 lalu di Jakarta, ketika kereta yang sama sudah diekspor ke Jakarta dalam wujudu kereta rel listrik KRL (kereta ini dikirim ke Jakarta pada Desember 2015), oleh Rochmat, seorang pegawai di PT KAI Commuter Jabodetabek.
Sejak itu, keduanya kemudian menjadi sepasang sahabat.
Saat kereta tersebut telah berada di Indonesia, Rochmat mengecek dan membersihkan gerbong, termasuk mengangkat jok kursi sebelum benar-benar siap dioperasikan.
Saat itu ia tak sengaja menemukan sebuah ponsel yang terselip di antara jok dengan bagian bawah kursi.
Di dalam tempat ponsel, Rochmat juga menemukan selembar kartu mahasiswa. Rochmat menyadari ponsel dan kartu mahasiswa itu pastilah milik mahasiswa Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170121-salat-di-kereta_20170121_145310.jpg)